Sultan Agung Dikenal Buat Terobosan Sistem Ketatanegaraan Era Mataram Islam

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 12:25 WIB
Wakil Rektor Andre Sugiyono menyerahkan anugerah Budai Award pada Ketua Dewan Pembina YBWSA Azhar Combo dan anggota pembina Ali Mufiz. (suaramerdeka.com / dok Humas Unissula)
Wakil Rektor Andre Sugiyono menyerahkan anugerah Budai Award pada Ketua Dewan Pembina YBWSA Azhar Combo dan anggota pembina Ali Mufiz. (suaramerdeka.com / dok Humas Unissula)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Raja Mataram Islam Sultan Agung bukan hanya dikenal sebagai pahlawan nasional yang gigih memerangi imperialisme.

Lebih dari itu, Sultan Agung bernama kecil Raden Mas Rangsang ini banyak membuat terobosan dalam penerapan sistem politik,dan ketatanegaraan.

Selain itu, Sultan Agung terlibat dalam dakwah keagamaan,hingga hubungan internasional yang sangat luas.

Baca Juga: HP Di-charge Lama Penuh, Tidak Nambah Malah Berkurang, Ikuti Cara Ini, Receh Tapi Berhasil

"Terdapat bukti Sultan Agung banyak membuat terobosan ratusan tahun silam," tutur pemerhati sejarah Islam,dan penulis buku, Ustad Salim A Fillah,di Gedung Kuliah Bersama Unissula dalam kegiatan tabligh akbar Gebyar Muharam 1444 H.

Disebutkan salah satu terobosan politik ketatanegaraan Mataram Islam adalah memisahkan pusat kekuasaan atau ibu kota negara dengan pusat perdagangan.

Pusat kekuasaan adalah Kraton Kota Gede di tengah Kota Yogyakarta. Adapun pusat bisnis di kawasan Karto disebelah selatan kota gudeg.

Baca Juga: Prediksi Karir dan Keuangan Zodiak Capricorn, Aquarius, Pisces, Aries, Taurus, Gemini, Sabtu 20 Agustus 2022

Langkah ini juga bagian menghindari risiko konflik kepentingan seperti korupsi, kolusi dan nepotisme.

Konflik kepentingan bisa terjadi karena kedekatan penguasa dan pengusaha atau pedagang besar.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

FK Undip Gelar Skrining dan Edukasi Lansia

Senin, 3 Oktober 2022 | 17:04 WIB

Bedah 3 Buku Karya Alumni Fakultas Kedokteran Undip

Jumat, 30 September 2022 | 15:31 WIB
X