Pendirian Museum Moluska Indonesia Timur Jadi Pusat Kajian Persoalan Bioteknologi Laut

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 09:48 WIB
Guru besar Undip Agus Hartoko berdiskusi dengan mahasiswa dan peneliti Untrib NTT. (suaramerdeka.com / dok FPIK Undip)
Guru besar Undip Agus Hartoko berdiskusi dengan mahasiswa dan peneliti Untrib NTT. (suaramerdeka.com / dok FPIK Undip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pendirian Museum Moluska di kawasan Indonesia Timur diinginkan menjadi pusat kajian pengetahuan di bidang bioteknologi laut.

Museum yang jadi wahana keilmuan ini kehadirannya juga sangat strategis karena didukung keterlibatan peneliti dari Universitas Tribuana (Untrib) Kalabahi NTT dan Universitas Diponegoro (Undip) Jateng.

Guru besar Undip, Prof Dr Delianis Pringgenies, yang merupakan pakar ilmu kelautan menuturkan kolaborasi antarkampus semacam itu dipastikan memberi manfaat luas.

Baca Juga: Baca Prediksi Karir dan Keuangan Zodiak Capricorn, Sagitarius, Scorpio, Libra, Virgo, Leo, Jumat 29 Juli 2022

"Rencana pendirian Museum Moluska ini memang tidak terlepas dari program besar Marine Geopark NTT," tutur perempuan profesor Fakultas Perikanan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip ini.

Banyak manfaat yang bisa dirasakan dengan adanya konsep marine park, museum, dan eko eduwisata yang akan dikembangkan secara terintegrasi itu.

Delianis dikenal sebagai ilmuan yang mengembangkan riset moluska karena kandungan senyawa antibakteri dan antibiotik yang sangat kuat.

Baca Juga: Kevin Sanjaya Lamar Valencia Tanoesoedibjo, Marcus: Congratts Guys...

Penelitian tersebut dikerjakan selama 15 tahun terakhir untuk semakin mendalami karakteristik hewan laut lunak.

Sebagaimana diketahui moluska adalah jenis hewan laut yang mencakup kerang,cumi,siput dan lainnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

FK Undip Gelar Skrining dan Edukasi Lansia

Senin, 3 Oktober 2022 | 17:04 WIB

Bedah 3 Buku Karya Alumni Fakultas Kedokteran Undip

Jumat, 30 September 2022 | 15:31 WIB
X