Angka Penyakit Degeneratif Tinggi, Unimus Beri Perhatian Penanganan Kasus

- Kamis, 7 Juli 2022 | 11:48 WIB
Fikkes Unimus menggelar webinar kesehatan membahas pengananan penyakit gula dan kanker dari kajian gizi. (suaramerdeka.com / Hari Santoso)
Fikkes Unimus menggelar webinar kesehatan membahas pengananan penyakit gula dan kanker dari kajian gizi. (suaramerdeka.com / Hari Santoso)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Angka penyakit degeneratif Indonesia tergolong tinggi di tengah masyarakat.

Negara Indonesia bahkan masuk 10 besar peringkat dunia dalam jumlah pasien penyakit gula.

Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Kesehatan (Fikkes) Unimus Dr Ali Rosidi menyatakan pihaknya memberikan perhatian besar atas kondisi tersebut.

Hal itu disampaikan saat diselenggarakan kuliah pakar secara daring bertemakan "Asuhan Gizi Pada Penyakit Degeneratif (DM Nephropati dan Kanker dengan Kaheksia)".

Baca Juga: Piala AFF U-19: Menghitung Peluang Indonesia Lolos ke Semifinal

"Apresiasi diberikan dengan terselenggaranya kuliah pakar oleh prodi gizi Unimus ini," tuturnya di Kampus Kedungmundu Raya.

Kampus perlu memberikan kontribusi penanganan penyakit melalui forum akademi.

Di dalamnya hal semacam ini turut memberikan ruang bagi mahasiswa menerima pencerahan keilmuan.

Dosen Universitas Muhammadiyah Profesor HAMKA Jakarta Gunarti Yahya mengakui penderita diabetes di Indonesia jumlahnya meningkat.

Baca Juga: Bukan Sembarang Daun, Ternyata Ini 6 Khasiat Ajaib dari Tanaman Kelor

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

STIE AMA Salatiga Dijadikan Kampus Berbasis Wirausaha

Senin, 5 Desember 2022 | 22:41 WIB

Manfaatkan Kemasan Produk, Dosen FE USM Bekali UMKM

Sabtu, 3 Desember 2022 | 11:42 WIB
X