Dukung Transformasi Pendidikan Tinggi Indonesia, Presiden Sebut Perlu Perubahan Pola Pikir

- Kamis, 17 Juni 2021 | 11:54 WIB
Presiden Jokowi dan Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam perbincangan mengenai Kampus Merdeka yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta. (BPMI Setpres/Lukas)Sumber: https://setkab.go.id/urgensi-perubahan-pola-pikir-untuk-wujudkan-transformasi-sistem-pendidikan-tinggi-indonesia/
Presiden Jokowi dan Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam perbincangan mengenai Kampus Merdeka yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta. (BPMI Setpres/Lukas)Sumber: https://setkab.go.id/urgensi-perubahan-pola-pikir-untuk-wujudkan-transformasi-sistem-pendidikan-tinggi-indonesia/

JAKARTA, suaramerdeka.com - Dalam mendukung transformasi sistem pendidikan tinggi Indonesia, diperlukan perubahan pola pikir.

Agar dapat melakukan transformasi untuk menghadapi perubahan global, maka diperlukan cara-cara dan pemahaman baru yang harus diwujudkan untuk melahirkan sumber daya manusia unggul di masa mendatang.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo dalam perbincangan mengenai Kampus Merdeka yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, yang ditayangkan YouTube Sekretariat Kabinet.

Baca Juga: Bertemu Duta Besar Republik Ceko, Menko Airlangga Akan Optimalkan Kerja Sama Bilateral Ekonomi

“Ada beberapa hal. Pertama, iptek terbaru itu ada di mana-mana. Bukan hanya di kampus, tetapi juga di industri. Kearifan itu bukan hanya di kampus, tetapi juga ada di masyarakat,” ujarnya.

Hadir juga Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, Ketua Forum Rektor Indonesia Arif Satria, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah

Kemudian, Direktur Utama Tokopedia William Tanuwidjaja, dan sejumlah perwakilan mahasiswa.

Maka, kata Kepala Negara, mahasiswa harus diberikan kesempatan untuk berguru kepada siapa saja, bukan hanya kepada dosen, tapi juga dapat dilakukan di lingkungan industri dan masyarakat.

Baca Juga: Pelibatan TNI-Polri dalam Pengendalian Covid-19 Agar Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Selain itu, bahan ajar para mahasiswa juga bukan hanya berasal dari buku, tetapi juga praktik di lapangan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X