Kemendikbudristek Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi

- Kamis, 17 Juni 2021 | 09:43 WIB
Para narasumber menyampaikan paparan saat mengikuti webinar peresmian program alih jenjang sarjana terapan Program Studi Nautika Polimarin Semarang. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)
Para narasumber menyampaikan paparan saat mengikuti webinar peresmian program alih jenjang sarjana terapan Program Studi Nautika Polimarin Semarang. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong penguatan pendidikan vokasi agar lebih link and match dengan dunia usaha dan dunia kerja.

Istilah link and macth bisa diartikan sebagai penggalian kompetensi yang dibutuhkan pasar ke depan.

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto PhD menilai, penguatan pendidikan vokasi diperlukan supaya mampu berkontribusi dalam konteks penyiapan SDM dan riset terapan di bidang kemaritiman.

Baca Juga: Prosesi Wisuda Dilangsungkan dengan Teknologi Face Tracking Animation

"Penguatan pendidikan vokasi merupakan solusi atas berbagai persolan dan tantangan pengembangan sektor kemaritiman dan kelautan," kata Wikan, saat menjadi pembicara pada webinar peresmian program alih jenjang sarjana terapan Program Studi Nautika Polimarin Semarang, Rabu, 16 Juni 2021.

Sementara itu, Direktur Polimarin, Dr Sri Tutie Rahayu menyatakan, peluang kerja untuk lulusan di bidang nautika pada era sekarang dan era ke depan sangat terbuka lebar.

SDM nautika juga dipandang tepat menjawab kebutuhan industri dunia kerja dan dunia usaha.

Baca Juga: Dorong Peningkatan Ekonomi, Tim Pengabdian FE Unnes Prakarsai Kelompok Usaha

"Polimarin hadir untuk berusaha mewujudkan Indonesia poros maritim dunia sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo. Kami memiliki SDM lokal yang unggul dan mumpuni serta mampu menjawab tantangan persaingan global," tuturnya.

Ia juga mengatakan, untuk mendukung alih jenjang sarjana terapan nautika ini, pihaknya menyiapkan dosen dari industri, pakar, dan tenaga ahli.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X