Prosesi Wisuda Dilangsungkan dengan Teknologi Face Tracking Animation

- Rabu, 16 Juni 2021 | 19:03 WIB
Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata berencana untuk kembali menggelar prosesi wisuda yang berlangsung secara daring, pada 19 Juni 2021. Hal tersebut disampaikan pada konferensi pers yang digelar secara virtual, Rabu (16/6). (SM/Muhammad Arif Prayoga)
Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata berencana untuk kembali menggelar prosesi wisuda yang berlangsung secara daring, pada 19 Juni 2021. Hal tersebut disampaikan pada konferensi pers yang digelar secara virtual, Rabu (16/6). (SM/Muhammad Arif Prayoga)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata telah melaksanakan prosesi wisuda yang berlangsung secara daring, tepat satu tahun di Juni 2021. Perayaan wisuda yang berlangsung secara virtual (Virtual Celebration Wisuda) tersebut akan kembali digelar pada 19 Juni 2021.

Rencananya menggunakan konsep teknologi Face Tracking Animation (FTA) atau animasi berbasis deteksi wajah, Augmented Reality (AR) atau realitas berimbuh, dan Virtual Reality (VR) atau realitas virtual.

Rektor Unika Soegijapranata, Prof Dr F Ridwan Sanjaya, menyampaikan, konsep penggunaan teknologi tersebut sebenarnya telah dilaksanakan pada prosesi wisuda sebelumnya.

Baca Juga: Harga Kripto Melemah, Bitcoin dan Ethereum Kompak Turun

Hanya saja, ada beberapa penyempurnaan penggunaan teknologinya. Misalnya saja, wajah yang digunakan merupakan wajah dari wisudawan dan wisudawati yang asli, namun badannya masih memakai milik orang lain.

Setidaknya, ungkap dia, ini mampu menjadi bukti dokumentasi bagi orang lain, jika mahasiswa tersebut telah diwisuda dari Unika.

''Seiring berjalannya waktu dan berbagai inovasi yang dilakukan panitia, wisuda virtual di Unika Soegijapranata semakin dirasakan mendekati kondisi nyata. Bahkan, teknologi ini menjadi rujukan beberapa kampus maupun sekolah, dalam menyajikan wisuda yang berkesan dan dapat didokumentasikan. Kepercayaan dari semua pihak untuk kami, dalam mengeksplorasi berbagai kemungkinan yang ada, tentu sangat berarti,'' ujar dia, dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Rabu (16/6).

Pengembangan dari periode-periode awal teknologi FTA, dilakukan dengan menambahkan realitas berimbuh. Menjadikan tampilan kemudian berasal dari masing-masing wisudawan/wisudawati tersebut yang dipindahkan tali kuncir toganya, oleh Rektor Unika.

''Jadi, wajah dan orangnya telah sesuai dengan aslinya, pada saat penyamiran toga. Penggabungan beberapa teknologi tersebut diperlukan, karena adanya beberapa faktor yang tidak mungkin ditangani terus-menerus dengan satu teknologi saja,'' terang Prof Dr F Ridwan.

Baca Juga: Kapolri Keluarkan Telegram Berantas Premanisme dan Pungli di Pelabuhan

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akademisi Didorong Tingkatkan Penelitian Mutakhir

Selasa, 27 Juli 2021 | 13:32 WIB
X