Kompetensi Lulusan Perguruan Tinggi Indonesia, Ini 5 Profil Dambaan Presiden Joko Widodo

- Rabu, 16 Juni 2021 | 12:24 WIB
Presiden Jokowi dan Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam perbincangan mengenai Kampus Merdeka yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta. (BPMI Setpres/Lukas)Sumber: https://setkab.go.id/urgensi-perubahan-pola-pikir-untuk-wujudkan-transformasi-sistem-pendidikan-tinggi-indonesia/
Presiden Jokowi dan Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam perbincangan mengenai Kampus Merdeka yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta. (BPMI Setpres/Lukas)Sumber: https://setkab.go.id/urgensi-perubahan-pola-pikir-untuk-wujudkan-transformasi-sistem-pendidikan-tinggi-indonesia/

JAKARTA, suaramerdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) rupanya memiliki harapan tinggi terhadap kompetensi dari lulusan perguruan tinggi Indonesia di masa mendatang.

Setidaknya ada lima hal yang diharapkannya tertanam dengan baik pada diri setiap lulusan perguruan tinggi Indonesia.

Pertanyaan tersebut diajukan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dalam perbincangan mengenai Kampus Merdeka yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Selasa (15/06/2021).

Baca Juga: Pelaku UMKM Jawa Tengah Jalani Vaksinasi di RS Telogorejo

“Pertama, lulusan kita harus sangat kuat dedikasinya untuk kemanusiaan dan kemajuan bangsa serta toleransi dalam kebinekaan. Itu watak yang tidak boleh ditawar,” ujarnya, menjawab pertanyaan Nadiem, sebagaimana video perbincangan yang ditayangkan YouTube Sekretariat Kabinet.

Presiden menambahkan, selanjutnya, lulusan perguruan tinggi Indonesia juga harus memiliki karakter dan kemampuan menjadi seorang pembelajar yang kuat.

Menyelesaikan masa pendidikan di perguruan tinggi bukan berarti pembelajaran telah selesai. Sebaliknya, para lulusan tersebut juga harus mau belajar dan mengembangkan pengetahuan yang sudah mereka miliki.

Baca Juga: Penguatan Ekspor-Impor Lanjutkan Tren Pemulihan Ekonomi, Airlangga: Neraca Perdagangan Surplus

Di masa depan yang penuh dengan disrupsi, ketidakpastian, perubahan-perubahan besar, hingga kompetisi, kemampuan untuk terus belajar sepanjang hayat merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki.

“Tanpa belajar terus-menerus, lulusan kita akan tertinggal oleh perkembangan iptek yang sangat pesat,” kata Presiden.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X