Kasus Cyber Crime yang Terkait dengan Data Masih dalam Bentuk Gunung Es

- Rabu, 16 Juni 2021 | 07:55 WIB
Dekan Unisbank Kristophorus Hadiono PhD (kiri) menunjukkan MoU kerjasama disaksikan CTO Widya Security, Tri Febrianto. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto) (Irawan Aryanto)
Dekan Unisbank Kristophorus Hadiono PhD (kiri) menunjukkan MoU kerjasama disaksikan CTO Widya Security, Tri Febrianto. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto) (Irawan Aryanto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Banyaknya kasus peretasan yang terjadi di dunia, termasuk  Indonesia mendorong Widya Security sebagai startup yang bergerak di jasa cyber security turut untuk mewujudkan tenaga SDM yang handal dibidang cyber security.

Hal ini diwujudkan dalam perjanjian kerja sama dengan Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang dalam pemberian materi perkuliahan bidang cyber security.

''Kita ingin membantu mencetak cyber security squad di Indonesia, dan hal ini juga sejalan dengan program Mendikbud yaitu Kampus Merdeka,'' kata CTO (Chief Technology Officer) Widya Security, Tri Febrianto dalam keterangannya, Selasa, 15 Juni 2021.

Baca Juga: Kendalikan Tembakau di Indonesia, Sejumlah Akademisi Membentuk AAKPT

Pihaknya mengatakan, saat ini, hampir semua orang di belahan dunia sangat bergantung kepada teknologi.

Mulai dari level individu hingga institusi pemerintah, semuanya memanfaatkan internet atau jaringan untuk melakukan semua kegiatannya.

Namun, internet atau jaringan seringkali mempunyai celah keamanan yang bisa dieksploitasi oleh hackers.

Baca Juga: Udinus Lolos PKKM 2021, Raih Hibah Rp 1,6 Miliar

Lebih buruknya lagi, para hackers juga tidak henti-hentinya berinovasi dalam mengembangkan banyak jenis serangan digital yang lebih berkualitas dan sangat sulit dideteksi.

''Oleh sebab itu kami menawarkan layanan dan solusi untuk keamanan data (security as a service). Aliran data yang beredar di masyarakat juga semakin banyak, hingga akhirnya keamanan data menjadi faktor penting dalam kebutuhan teknologi data saat ini,'' jelas Tri.

Tak hanya itu, Tri Febrianto menambahkan, seperti halnya kebutuhan akan jaminan keamanan dalam masyarakat, begitupun dalam dunia digital, keamanan adalah hal yang utama dalam menjamin kehidupan.

Dekan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang, Kristophorus Hadiono PhD mengatakan, kerja sama ini sangat membawa nilai positif yang sejalan dengan program Mendikbud, mewujudkan Kampus Merdeka.

Selain itu memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang keamanan data.

''Kasus-kasus cyber crime yag berkaitan dengan data pasti masih dalam bentuk gunung es, hanya sedikit yang ter-ekspose dan penangannya masih belum bisa memberikan kepastian bagi user dan end user,'' paparnya.

Kristophorus menambahkan, tren ke depannya sistem informasi akan memadukan tekhnologi yang muncul dan berkembang saat ini seperti AI, ML, Blockchain, VR, AR, Quantum Computing, Data Learning, Privacy dan Security.

Paduan tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap user ataupun end user pemakai produk sistem informasi.

Sedangkan Kepala Seksi Pengamanan Persandian dan Informasi Pemprov Jateng, Subroto Budhi Utomo yang secara terpisah mengatakan bahwa adanya kerja sama antara Widya Security dengan Unisbank diharapkan dapat meningkatkan kesadaran di bidang keamanan informasi, khususnya pada mahasiswa.

Sehingga rekan-rekan mahasiswa dapat mengetahui prospek kedepannya industri keamanan informasi.

''Dengan menigkatnya security awarness dan dibarengi dengan rasa tanggung jawab yang tinggi, maka akan memberikan dampak positif dalam menjaga kedaulatan NKRI khususnya serta Provinsi Jawa Tengah umumnya di dunia siber,'' tambah Subroto.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lima Kosa Kata Popular yang Sudah Ada di KBBI

Senin, 20 September 2021 | 07:42 WIB

5.000 Siswa SD – SMP di Blora Terima Bantuan PIP

Senin, 20 September 2021 | 06:45 WIB

Membanding-bandingkan Anak Tak Selalu Memotivasi

Minggu, 19 September 2021 | 22:26 WIB
X