Merdeka Belajar Wujudkan Karakter Pelajar Pancasila, Lewat Karya Seni

- Rabu, 22 Juni 2022 | 08:35 WIB
Kepala SDIT Assalamah Ungaran, Siti Nuryati memberikan penjelasan di hadapan pejabat Disdikbudpora Kabupaten Semarang dan para kepala sekolah penggerak saat Gelar Karya Siswa dan Pentas Seni yang ditampilkan para siswa SDIT Assalamah. (foto: dok SDIT Assalamah)
Kepala SDIT Assalamah Ungaran, Siti Nuryati memberikan penjelasan di hadapan pejabat Disdikbudpora Kabupaten Semarang dan para kepala sekolah penggerak saat Gelar Karya Siswa dan Pentas Seni yang ditampilkan para siswa SDIT Assalamah. (foto: dok SDIT Assalamah)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Merdeka Belajar merupakan kurikulum penyempurna dari kurikulum sebelumnya.

Salah satu perwujudannya adalah menggali dan menampilkan karya seni siswa.

Gelar karya dan pentas seni siswa akan wujudkan pelajar Pancasila yang memiliki ciri-ciri kemandirian, nasionalisme, dan kebersamaan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Gogo Widyatmoko saat memberikan sambutan dalam Gelar Kreasi dan Pentas Seni Apresiasi Pelajar Pancasila yang digelar SDIT Assalamah Ungaran, baru-baru ini.

Baca Juga: Keren, Hujan Keberuntungan Bakal Melanda 9 Zodiak Ini Selama Seminggu di Bulan Juni 2022

''Kompetensi siswa iya penting, tapi pembentukan karakter ini tak kalah penting. Nilai rapor anak turun, jangan dimarahi. Sebab, anak punya karakter sendiri. Pendidikan ini lah yang membentuk karakter. Misal, melihat lantai kotor langsung disapu. Ini karakter. Jika nanti di masyarakat tidak bisa berbaur, berarti ini pendidikan gagal,'' papar Gogo, mewakili Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sukaton Pratomo.

Kepala SDIT Assalamah Ungaran, Siti Nuryati mengatakan, kegiatan gelar kreasi dan pentas seni tersebut sebagai upaya belajar berproses dan berkarya.

Dia berharap, kegiatan tersebut mampu menginspirasi.

Baca Juga: Plong Rasanya 5 Zodiak Ini, Bisa Melunasi Hutang Usai Banjir Rezeki Datang di Akhir Juni 2022

''Ini adalah hasil kreasi anak-anak yang ditampilkan. Ini bentuk apresiasi terhadap kecerdasan siswa yang beragam. Anak cerdas bukan yang nilai Matematika dan Sains-nya tinggi. Kecerdasan itu beragam. Semua patut diapresiasi,'' jelas Siti Nuryati.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siswa SMKN 3 Salatiga Juara Lomba Tingkat ASEAN

Selasa, 15 November 2022 | 06:05 WIB
X