FH Unnes Ajak Masyarakat Bandungan Memahami Kekayaan Intelektual Komunal

- Senin, 20 Juni 2022 | 23:01 WIB
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat FH Unnes foto bersama perangkat desa di Kecamatan Bandungan dalam sosialisasi Kekayaan Intelektual Komunal (foto: dok Unnes)
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat FH Unnes foto bersama perangkat desa di Kecamatan Bandungan dalam sosialisasi Kekayaan Intelektual Komunal (foto: dok Unnes)

Meskipun dalam perkembangannya KIK sendiri diciptakan oleh anggota masyarakat adat dan diketahui identitasnya.

Namun tidak dianggap sebagai milik pribadi karena dalam konteks hukum adat, ciptaan seseorang dianggap sebagai milik seluruh masyarakat adat.

Perlindungan KIK penting untuk dilakukan karena KIK merupakan warisan budaya tradisional yang perlu dilestarikan.

Hal ini mengingat budaya tersebut merupakan identitas suatu kelompok atau masyarakat adat (penduduk asli, penduduk lokal, dan/atau pemegang hak lainnya dalam konteks tradisi).

Dalam acara kali ini, Tim Pengabdi dari Fakultas Hukum Unnes menekankan kepada semua peserta yang hadir khususnya Perangkat Desa dan Masyarakat Bandungan untuk dapat bersama-sama melindungi potensi KIK yang ada di daerahnya.

Yaitu dengan melakukan identifikasi dan inventarisir terlebih dahulu kemudian baru ke tahapan permohonan pendaftaran KIK ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI

Supaya mendapatkan perlindungan hukum berdasarkan Undang-Undang dan jangan sampai diklaim oleh pihak atau daerah lain.

Di akhir acara, Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat berharap proses identifikasi dan inventarisir potensi KIK segera terealisasi untuk terwujudnya perlindungan hukum terhadap Kekayaan Intelektual Komunal di Kecamatan Bandungan.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

STIE AMA Salatiga Dijadikan Kampus Berbasis Wirausaha

Senin, 5 Desember 2022 | 22:41 WIB

Manfaatkan Kemasan Produk, Dosen FE USM Bekali UMKM

Sabtu, 3 Desember 2022 | 11:42 WIB
X