Mengintegrasikan Pola Hidup Sehat Penting dalam Kegiatan Belajar Mengajar

- Sabtu, 18 Juni 2022 | 13:44 WIB
Kepala SMPN 2 Tengaran, Kabupaten Semarang, Waluya MPd, saat mamaparkan program UKS yang digelar Dinas Kesehatan Jateng. (suaramerdeka.com / dok SMPN 2)
Kepala SMPN 2 Tengaran, Kabupaten Semarang, Waluya MPd, saat mamaparkan program UKS yang digelar Dinas Kesehatan Jateng. (suaramerdeka.com / dok SMPN 2)

TENGARAN, suaramerdeka.com - Kepala SMPN 2 Tengaran, Kabupaten Semarang, Waluya MPd, menekankan betapa pentingnya mengintegrasikan pola hidup sehat dalam kegiatan belajar mengajar.

Hal itu diungkapkan Kepala SMPN 2 Tengaran saat menjadi pembicara penguatan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M).

Adapun kegiatan itu berlangsung di Hotel Kesambi Hijau Semarang dengan peserta dari 25 kabupaten/kota di Jateng.

Baca Juga: Kapan Film Pengabdi Setan 2 Tayang? Simak Tanggal dan Bocoran Kisahnya

Selain itu penerapan PHBS Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah dapat mendorong tercapainya prestasi-prestasi.

"Tentu saja, jika tubuh kita sehat, maka kita semua akan menjadi semangat, guru dan karyawannya semangat dalam bekerja, sehingga siswanya semangat dalam belajar," ujarnya, dalam paparannya 'Implementasi Pengembangan Model Sekolah Sehat'.

Waluya sendiri menjadi pembicara bersama lilma orang lainnya dari Kemenkes RI, Dosen Fakultas Psikologi UNIKA Soegijapranata Semarang, Dikdisbud Provinsi, Kanwil Kemenag Jateng, dan Biro Kesra Setda Jateng.

Baca Juga: Parenting SMPIT Izzatul Islam Getasan, Orang Tua Diajak Lahirkan Generasi Sholih

"Terima kasih kepada Dinas Kesehatan Jateng, atas kepercayaan yang diberikan kepada saya menjadi narasumber pada pertemuan koordinasi lintas sektor dalam rangka penguatan implementasi pelayanan kesehatan anak usia sekolah dan remaja dalam rangka penguatan (UKS/M),'' kata Waluya.

Selama ini, Waluya telah menerapkan konsep pelayanan kesehatan pada siswa melalui UKS/M yang memenuhi standar kesehatan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Evaluasi PPDB, Sistem Zonasi Wajib Direvisi

Kamis, 21 Juli 2022 | 18:25 WIB
X