Kuliner Heritage Semarang Tak Luput dari Perhatian Siswa DLCS, Kenalkan ke Milenial

- Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:00 WIB
Suasana syuting siswa DLCS soal kuliner heritage. (suaramerdeka.com/dok DLCS).
Suasana syuting siswa DLCS soal kuliner heritage. (suaramerdeka.com/dok DLCS).

SEMARANG, suaramerdeka.com - Saat ini, kuliner bersejarah ternyata tidak luput dari perhatian milenial.

Hal itu ditunjukkan para siswa SMK Visi Media Indonesia (VMI) Ungaran, Kabupaten Semarang atau Dreamlight Creative School (DLCS) saat melakukan liputan di salah satu tempat kuliner heritage.

Betujuan agar kalangan milenial paham akan sejarah makanan asli Semarang para siswa kelas XI DLCS sedang menyiapkan materi program televisi "Gayeng Bareng ning Semarang".

Baca Juga: 7 Weton yang Dinilai Primbon Jawa Cocok Jadi Jodoh Sabtu Wage, Anda Termasuk?

Program itu sendiri yang memperkenalkan kebudayaan, tradisi, sejarah di kota Semarang dan sekitarnya.

"Tujuan kami agar generasi sekarang paham dan menyukai makanan jadul. Beragam makanan khas Semarang seperi ganjel rel, es krim dan kue-kue kering menjadi bagian penting kami angkat," kata Devianda Mahadeva, produser acara, Sabtu 28 Mei 2022.

Dalam acara itu Roy Riesta, General Manager toko menceritakan sejarah toko yang berdiri tahun 1936.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 28 Mei 2022: Andin Temukan Fakta Baru, Ricky Tagih Janji ke Elsa

“Sejak awal berdiri, kami memang menyajikan roti dan es krim khas Belanda sebagai produk utama sehingga sampai sekarang menu tersebut adalah menu favorit." kata Roy Riesta.***

SIMAK INFORMASI SUARAMERDEKA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X