Unika Tambah Doktor Baru Bidang Lingkungan

- Selasa, 22 Maret 2022 | 20:03 WIB
Promovendus Susana Adi Astuti memaparkan disertasi di hadapan penguji internal dan eksternal. (suaramerdeka.com/dok)
Promovendus Susana Adi Astuti memaparkan disertasi di hadapan penguji internal dan eksternal. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Unika Soegijapranata Semarang menambah Doktor baru di bidang ilmu lingkungan.

Pomovendus Susana Adi Astuti SPi MM MSi merampungkan pendidikan jenjang S3 di Pogram Doktor Ilmu Lingkungan (PDIL) Unika.

Susan mengangkat topik mengenai perilaku ramah lingkungan untuk anak SMA di sekolah adiwiyata (sekolah berbasis lingkungan) di Kota Semarang.

Dia menjelaskan, hasil penelitiannya menunjukkan kecerdasan eksistensial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.

Hal ini diartikan semakin meningkat kecerdasan eksistensial peserta didik, maka semakin meningkat pula perilaku ramah lingkungan.

Begitu pula sebaliknya, menurunnya kecerdasan eksistensial, akan menurunkan tingkat perilaku ramah lingkungan peserta didik.

"Motivasi determinasi diri berpengaruh positif secara signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan. Hal ini memberi informasi bahwa semakin tinggi motivasi intrinsik peserta didik, maka semakin meningkat perilaku ramah lingkungan mereka, dan juga sebaliknya," kata Susan.

Dalam kajian disertasinya, dia mendapat bimbingan dari mendiang Prof Andreas Lako, dan Dr M Sih Setija Utami.

Sidang disertasi yang berjudul "Pengaruh Kecerdasan Eksistensial, Kepribadian dan Determinasi Motivasi Diri terhadap Perilaku Ramah Lingkungan, dengan Perilaku Terencana sebagai Pemediasi" itu digelar pada Selasa 22 Maret 2022 di kampus Unika.

Adapun sebagai ketua penguji internal Dr Ferdinandus Hindiarto (Rektor Unika), sedangkan penguji eskternal yakni Prof Dian Ratna Sawitri PhD (Universitas Diponegoro).

Menurutnya, remaja termasuk peserta didik pada sekolah menengah atas. Mereka masih berada dalam tahap pencarian jati diri dan sedang mengalami kebingungan.

"Remaja pada posisi strategis untuk menjadi pemimpin lingkungan di masa depan, maka penting untuk mengkaji perilaku ramah lingkungan di kalangan mereka," ujarnya.

Susan berharap, hasil penelitiannya dapat menjadi masukan bagi institusi untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.

Evaluasi itu tidak hanya pada keberhasilan sekolah adiwiyata, tetapi juga evaluasi dan perbaikan terhadap faktor internal yang menyertai.

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X