Gandeng BPBD, Mahasiswa UPGRIS Sosialisasikan Penanggulangan Bencana di Desa Sepakung

- Selasa, 22 Februari 2022 | 12:00 WIB
Mahasiswa UPGRIS menggelar sosialisasi tanggap bencana di Desa Sepakung, dengan menggandeng BPBD kabupaten Semarang. (suaramerdeka.com / dok UPGRIS)
Mahasiswa UPGRIS menggelar sosialisasi tanggap bencana di Desa Sepakung, dengan menggandeng BPBD kabupaten Semarang. (suaramerdeka.com / dok UPGRIS)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar sosialisasi tanggap bencana yang bertemakan “Peningkatan Kapasitas Penanggulangan Bencana”, Rabu, 16 Februari 2022, di Aula Balai Desa Sepakung, Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Penanggulangan Bencana ini merupakan bukti nyata keterlibatan civitas akademika perguruan tinggi, termasuk UPGRIS dalam membangun masyarakat sadar bencana.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan kegiatan gabungan mahasiswa KKN dari kelompok 39, 40 dan 41 UPGRIS dengan mengundang tamu undangan sebanyak 110 orang, termasuk dari BPBD.

Nugroho Aldi, sebagai Ketua Pelaksana Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Penanggulangan Bencana mengatakan bahwa, kegiatan dilaksanakan karena melihat permasalahan di Desa Sepakung yang notabenenya ada berbagai ancaman bencana, sehingga tema ini dapat dimaknai sebagai makna yang universal (menyeluruh).

Baca Juga: Jalani Isolasi Mandiri, Sebaiknya Hindari Makanan dan Minuman Ini

Mengingat sesuai Undang – Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penaggulangan Bencana, Indonesia memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologi, dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana.

"Penanggulangan Bencana merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bersifat preventif, penyelamatan, dan rehabilitas yang harus diselenggarakan secara koordinatif, komprehensif, serentak, cepat, tepat dan akurat yang melibatkan lintas sektor dan lintas wilayah sehingga memerlukan koordinasi di berbagai instansi terkait dengan penekanan pada kepedulian publik dan mobilitas masyarakat," katanya.

Dalam penyampaian materi Penanggulangan Kebencanaan selain teori – teori disampaikan pula praktik fisik pengangkatan dan memindahkan penderita ketika terjadi bencana.
Acara berlangsung selama kurang lebih tiga jam dengan mematuhi protokol kesehatan sepanjang kegiatan.

Materi – materi tanggap bencana ini penting untuk disampaikan dalam lingkup pariwisata, terutama di kawasan sepakung yang jalannya sangat curam.

Baca Juga: V BTS Sembuh dari Covid-19, Tweet ‘Alhamdulillah Taehyung’ Jadi Trending

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akademisi UPGRIS Edukasi Pentingnya Pola Asuh Anak

Selasa, 7 Februari 2023 | 13:34 WIB
X