Silaturahmi ke Kantor PBNU, Nadiem dan Gus Yahya Sepakat Perangi Intoleran  

- Jumat, 21 Januari 2022 | 03:04 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim foto bersama dengan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Sekjen Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat bersilaturahmi di Kantor PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta, Kamis (20/1). (SM/dok)
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim foto bersama dengan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Sekjen Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat bersilaturahmi di Kantor PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta, Kamis (20/1). (SM/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, mengunjungi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kamis (20/1) siang.

Nadiem langsung disambut Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang didampingi Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
 
Banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan selama lebih dari dua jam di ruangan Ketua Umum PBNU lantai tiga Jalan Kramat Raya, Jakarta itu.

Baca Juga: Agar Setan dan Jin Takut Masuk Rumah, Ustad Abdul Somad Sarankan Bacaan Ini Sebelum Tidur
 
“Yang pertama kami mengucapkan selamat. Kami silaturahmi juga untuk membicarakan kerjasama yang sudah dilakukan antara PBNU dengan Kementerian Pendidikan,” kata Nadiem.
 
Beragam rencana kerjasama juga dibicarakan dalam pertemuan kali ini. Di antaranya penguatan pendidikan akhlak yang akan melibatkan PBNU.
 
Sementara itu, Gus Yahya menyampaikan terimakasih atas kunjungan ini. Aktivitas utama PBNU adalah pendidikan sehingga kerjasama dengan Kementerian Pendidikan akan terus dilakukan.
 
“Salah satu core aktifitas NU adalah pendidikan. Kerjasama yang erat dengan Kementerian Pendidikan akan kita tingkatkan,” ujarnya.

Baca Juga: Link Pengumuman Hasil Seleksi PPPK Kemenag 2021, Cek Laman sscasn.bkn.go.id
 
Menurut Gus Yahya, banyak peluang kerjasama yang akan dilakukan PBNU dan Kementerian Pendidikan.
 
“Salah satunya program pendidikan kampanye melawan perilaku yang tidak layak yakni intoleran, pelecehan seksual dan perundungan,” kata Gus Yahya.
 
Baik intoleran, pelecehan seksual maupun perundungan bisa terjadi di manapun termasuk juga di lingkungan pendidikan NU.
 
“Kita akui ini ada, termasuk di lingkungan NU. Ini harus kita lawan. Kita harus melawan sikap intoleran, pelecehan seksual dan perundungan khususnya di dunia pendidikan,” katanya.

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PGRI Dorong Pemda Ajukan Formasi Guru PPPK

Rabu, 30 Maret 2022 | 20:18 WIB

9 Tips Lolos SNMPTN 2022 Agar Diterima di PTN Impian

Selasa, 15 Februari 2022 | 16:23 WIB
X