Kemendikbudristek: Satuan Pendidikan Harus Layani PTM Terbatas dan PJJ

- Jumat, 11 Juni 2021 | 12:24 WIB
Pembelajaran tatap muka/Foto Radio Idola Semarang
Pembelajaran tatap muka/Foto Radio Idola Semarang

JAKARTA, suaramerdeka.com - Para orangtua dihadapkan pada problem pendidikan anaknya ketika menghadapi tahun ajaran baru yang akan dimulai bulan depan.

Sebab di masa pandemi ini, banyak orangtua yang masih menginginkan sekolah dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah, sementara lainnya tidak keberatan putra-putrinya mulai kembali belajar di sekolah melalui pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Untuk menyikapi dualisme sikap orang tua, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menegaskan, pihaknya akan berupaya bijak menyikapi pemenuhan hak pendidikan anak.

Baca Juga: Daya Tampung SMP Negeri dan Swasta di Sleman Mencukupi

Pemerintah disebutkan akan mempertimbangkan faktor keamanan dan keselamatan serta tumbuh kembang dan kondisi psiko sosial anak, sebagai prioritas utama.

"Pelayanan pendidikan pada masa pandemi, satuan pendidikan harus melayani dua menu, menu pembelajaran tatap muka terbatas dan menu pembelajaran jarak jauh.”

“Jadi. dua-duanya dilayani dan sudah semestinya orang tua memiliki kebijakan untuk putra-putrinya," kata Koordinator PMP dan Kerja Sama PAUD - Dikdasmen Kemendikristek, Katman dalam Dialog KPCPEN - FMB9 bertema Kiat Sehat Belajar di Sekolah dan di Rumah, Kamis (10/6).

Baca Juga: Pemkab Kebumen Teken Kontrak Bersama 17 Paket Infrastruktur Rp15,3 Miliar

Pada kesempatan itu, Psikolog Seto Mulyadi berpendapat bahwa dalam hal jenis pembelajaran untuk siswa didik pada masa pandemi, yang terpenting adalah soal komunikasi.

Menurutnya pihak sekolah dan orang tua harus memiliki komunikasi yang efekti antara pihak sekolah dan orang tua.

"Orang tua akan merasa khawatir bila tidak ada informasi yang lengkap dan jelas tentang kondisi sekolah atau kesiapan sekolah," katanya.

Seto juga menambahkan, agar seluruh stakeholder dunia pendidikan tanah air dapat berempati dengan situasi yang dihadapi orang tua.

Baca Juga: Mulai Agustus 2021, Siaran Televisi Analog Akan Dimatikan

Pada dasarnya, mereka akan senantiasa mengedepankan hak-hak anak, utamanya hak untuk tetap sehat dan tetap aman saat berada dalam lingkungan satuan pendidikan.

Terkait hal tersebut, Seto mengapresiasi langkah salah satu sekolah di Bogor, Jawa Barat, yang telah memberikan edukasi kepada orang tua melalui penyebaran informasi terkait situasi di sekolah tersebut.

"Pertama, sekolah berada dalam zona aman, zona hijau dan tentu ini sudah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor untuk bisa dilakukan pembelajaran," ujar Tata Karwita, yang sekarang berprofesi sebagai perwakilan dari Komite Sekolah SMKN 1 Kemang Bogor.

Pendidikan adalah salah satu hak asasi anak yang harus dipenuhi. Dalam situasi pandemi ini, sektor pendidikan menghadapi masa sulit dengan berbagai problematika yang sulit untuk diabaikan.

Pada saat metode daring dinilai tepat untuk memastikan anak didik mendapatkan haknya dengan baik, pada saat itu pula, metoda yang dimaksud menimbulkan persoalan baru bagi satu kelompok masyarakat lainnya.

Selain masih berjibaku dengan keterbatasan akses teknologi, dan kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan, pemerataan  infrastruktur baik listrik maupun infrstruktur digital, menjadi hambatan utama bagi anak didik yang tinggal jauh di pedalaman.

Itulah sebabnya, sejumlah pihak berharap agar benturan kepentingan dalam hal penentuan kebijakan metode pendidikan yang akan diterapkan mulai tahun ajaran baru 2021/2022.

Juga hendaknya semata-mata ditujukan sepenuhnya untuk menunaikan kewajiban negara dalam hal pemenuhan hak pendidikan rakyat.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemilihan Rektor USM: Lima Calon Sampaikan Visi Misi

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:24 WIB
X