Branding Sekolah, SDM Madrasah Aliyah Harus Mahir Media Sosial

- Selasa, 28 Desember 2021 | 11:24 WIB
Sejumlah operator data (IT) sekolah Madrasah Aliyah bersama tim pengajar/ dosen mengikuti PKM Ipteks di MA Futuhiyyah Mranggen. (suaramerdeka.com / Maulana M Fahmi)
Sejumlah operator data (IT) sekolah Madrasah Aliyah bersama tim pengajar/ dosen mengikuti PKM Ipteks di MA Futuhiyyah Mranggen. (suaramerdeka.com / Maulana M Fahmi)

DEMAK, suaramerdeka.com - Membangun media promosi sekolah (branding) dengan stakeholders adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menjalin hubungan dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) di tengah perkembangan teknologi dan kondisi saat ini.

Penggunaan media sosial seperti Whatsapps, Instagram, Facebook, dan lain-lain dengan memanfaatkan desain dan layout yang menarik sangatlah tepat menjadi media promosi tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Ipteks Bagi Masyarakat (IBM) Muslih, M.Kom saat menjadi pembicara dalam PKM Ipteks “Workshop Pembuatan Konten Media Sosial sebagai Media Promosi Penerimaan Siswa Didik Baru pada Kelompok Kerja Madrasah Tingkat MA Kec. Mrangen Kab. Demak”, di MA Futuhiyyah Mranggen lingkup pondok pesantren, Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak, belum lama ini.

"Pengelola lembaga pendidikan harus memiliki kemampuan melakukan scanning lingkungan eksternal, kompetitor lembaga lain, memperhitungkan kompetensi internal, sehingga dapat menciptakan strategi yang mumpuni untuk memenangkan persaingan tanpa meninggalkan esensi dari pendidikan itu sendiri."

Baca Juga: Tekan Impor Bahan Baku Obat, Indofarma Difokuskan Kembangkan Industri Herbal

"Hal ini yang membuat adanya kompetisi antar lembaga pendidikan, tak terkecuali pada tingkat lembaga pendidikan Madrasah Aliyah. Peran branding sekolah melalui sosmed menjadi sebuah kebutuhan wajib diera saat ini,” jelasnya.

Muslih yang juga dosen tetap di Lingkungan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Semarang dalam paparannya menjelaskan menurut laporan We Are Social dan Hootsuite (We Are Social, 2021) disebutkan bahwa 61,8 persen dari total 274,9 juta penduduk di Indonesia adalah pengguna media sosial.

Jumlah tepatnya pengguna media sosial di Indonesia adalah 170 juta pengguna, sehingga promosi melalui media sosial merupakan kegiatan pemasaran yang sangat efektif.

“Beberapa tahun terakhir ini, beberapa lembaga pendidikan mulai terasa kesulitan mencari calon peserta didik, masyarakat begitu cerdas memilih lembaga pendidikan yang bermutu dan sesuai dengan yang diinginkan."

Baca Juga: PBSI Terima Bonus Rp 10 Miliar dari Kemenpora Usai Juarai Thomas Cup 2020

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

125 Pelajar Ikuti Seleksi Kelas Khusus Olahraga

Kamis, 26 Mei 2022 | 16:25 WIB

Milad Ke-7, SD Al Azam Semarang Gelar Eksis

Selasa, 24 Mei 2022 | 23:59 WIB
X