Implementasi Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi

- Sabtu, 25 Desember 2021 | 22:09 WIB
Ilustrasi moderasi beragama. (Dok. NU Online)
Ilustrasi moderasi beragama. (Dok. NU Online)

suaramerdeka.com - Moderasi beragama adalah proses memahami sekaligus mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang, agar terhindar dari perilaku ekstrem atau berlebih-lebihan saat mengimplementasikannya.

Cara pandang dan sikat moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat plural dan multikultural seperti Indonesia, karena hanya dengan cara itulah keragaman dapat disikapi dengan bijak, serta toleransi dan keadilan dapat terwujud.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan konsep moderasi beragama memberikan dukungan terhadap usaha saling menghargai dan hidup damai. Konsep ini didukung penuh semakin bergaung serta diterapkan luas.

Baca Juga: Gubernur Jateng dan Sejumlah Tokoh Apresiasi Buku Sajadah Hijau, Simak Kata Mereka

“Kementrian Agama bahkan sudah merumuskan indikator moderasi beragama. Dimulai dari komitmen kebangsaan bahwa dengan pemahaman keagamaan semakin meneguhkan hubungan kuat agama serta negara."

"Kemudian sikap toleransi memberikan ruang pada orang lain beragama sesuai keyakinannya,” ungkap Menag, saat peluncuran pusat studi moderasi beragama di Kampus Unwahas baru-baru ini.

Menurut Menag, mengedepankan toleransi maka tumbuh pemikiran positif yang menghargai kesetaraan serta bersedia bekerjasama. Hal lain bagian dari moderasi beragama adalah anti kekerasan serta ramah tradisi yang tidak bertentangan dengan ajaran agama.

"Terdapat kearifan lokal yang bisa dijadikan contoh moderasi beragama. Diterapkan sejak ratusan tahun lalu umat Islam di Kudus tidak pernah menyembelih hewan kurban berupa sapi. Kearifan lokal ini untuk menghormati keyakinan saudara kita Umat Hindu," kata Gus Menteri.

Baca Juga: Festival Film Smanda, Pembelajaran Berbasis Proyek Gugah Kreativitas Cemerlang

Moderasi beragama yang diusung kementarian Agama bertujuan untuk berfikir inklusif dan mengembalikan semangat kegotong royongan kita sebagai anggota masyarakat.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PGRI Dorong Pemda Ajukan Formasi Guru PPPK

Rabu, 30 Maret 2022 | 20:18 WIB

9 Tips Lolos SNMPTN 2022 Agar Diterima di PTN Impian

Selasa, 15 Februari 2022 | 16:23 WIB

Kadin Jateng Luncurkan Program Pemagangan di Jerman

Senin, 31 Januari 2022 | 20:15 WIB
X