Rektor UPGRIS Sebut Program Pertukaran Mahasiswa Perlu Evaluasi, Ini Catatan Perbaikannya

- Rabu, 22 Desember 2021 | 15:11 WIB
Rektor UPGRIS Dr Muhdi beserta Wakil Rektor I Dr Sri Suciati bersama sejumlah mahasiswa inbound atau peserta pertukaran mahasiswa dalam negeri, melakukan penanaman pohon di lingkungan Kampus 4 UPGRIS, Jl Gajah Raya Semarang, Rabu (22/12). (suaramerdeka.com/Eko Fataip)
Rektor UPGRIS Dr Muhdi beserta Wakil Rektor I Dr Sri Suciati bersama sejumlah mahasiswa inbound atau peserta pertukaran mahasiswa dalam negeri, melakukan penanaman pohon di lingkungan Kampus 4 UPGRIS, Jl Gajah Raya Semarang, Rabu (22/12). (suaramerdeka.com/Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Program pertukaran mahasiswa dalam negeri yang digagas Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikburistek) dinilai perlu adanya evaluasi.

Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr Muhdi menilai, tahun ini merupakan kali pertama program pertukaran mahasiswa dalam negeri dijalankan. Sehingga, ada sejumlah catatan yang perlu diperbaiki untuk pelaksanaan tahun berikutnya.

Salah satu hal yang disinggung adalah tertundanya uang saku atau biaya hidup untuk mahasiswa yang menjadi peserta program.

Baca Juga: Wawancara untuk Vogue Korea, V BTS Bicara Perjalanan Karirnya dan ARMY, Yuk Intip!

"Ini yang pertama kali, dan agak mendesak harus berjalan di tengah situasi tidak menguntungkan (pandemi). Mereka akan berangkat saja harus menunggu kondisi baik, sedangkan kondisi baik antarsatu daerah dengan daerah lain tidak sama. Sehingga sebetulnya masih bisa dimaklumi kalau ada satu dua kekurangan dalam program ini," kata Muhdi usai melakukan penanaman pohon bersama mahasiswa inbound atau peserta pertukaran mahasiswa dalam negeri di Kampus 4 UPGRIS, Jl Gajah Raya Semarang, Rabu (22/12).

Selain persoalan administrasi tersebut, Muhdi juga menyoroti proses seleksi bagi peserta program yang menurutnya perlu dilakukan secara lebih selektif.

Jangan sampai tujuan mahasiswa mengikuti program ini, hanya sekadar menikmati fasilitas yang diberikan pemerintah.

Baca Juga: Pasar-Pasar Unik di Dunia Ini Hanya Muncul Saat Natal, Mana Saja?

"Pertama saya harus menilai program ini bagus, arahnya baik terkait Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Namun tetap perlu dievaluasi, mana yang perlu ditambahkan dan mana yang perlu direvisi," ujarnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X