Begini Siswa-siswi LPTB Mengikuti Wisuda Kelulusan, Hadirkan Annual Show

- Senin, 20 Desember 2021 | 22:42 WIB
siswa siswi LPTB Susan Budiharjo mengikuti wisuda kelulusan melalui Annual Show. (foto: dok LPTB Susan Budiharjo)
siswa siswi LPTB Susan Budiharjo mengikuti wisuda kelulusan melalui Annual Show. (foto: dok LPTB Susan Budiharjo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Setelah absen di tahun 2020, Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo Semarang kembali menggelar Annual Show yang diadakan di Pendopo Tamansari, Jalan Karangrejo Raya No 1 Banyumanik Semarang, baru-baru ini.

Annual Show sendiri merupakan acara wisuda kelulusan sekaligus graduation show bagi siswa-siswi LPTB Susan Budihardjo Semarang.

Acara Annual Show digelar dengan pembatasan jumlah undangan dan menerapkan protokol kesehatan ketat mengingat pandemi belum benar-benar hilang.

Baca Juga: Hendi Buka Kompetisi Pendidikan Olympic Ahmad Dahlan, Asah Keterampilan Siswa

‘’Karena tahun lalu absen annual show, maka siswa-siswi yang wisuda dan menampilkan karyanya dalam bentuk fashion show, gabungan angkatan tahun 2020 dan 2021. Selama pandemi tahun 2020, proses belajar mengajar di Sekolah Susan dilakukan secara daring dan baru kemudian dilakukan secara hybrid (daring dan luring) pada pertengahan tahun 2020, ’’ jelas Pinky Hendarto, Kepala Sekolah LPTB Susan Budihardjo Semarang.

Pinky Hendarto mengatakan, Annual Show tahun ini mengangkat tema ‘Muse’ di mana para siswa harus menginterpretasikan tema tersebut ke dalam rancangan busana yang harus dipresentasikan saat ujian untuk kemudian dipertunjukkan dalam show.

Muse sendiri bisa diartikan sebagai ‘’inspirasi’’, yaitu  bagaimana para siswa bisa membuat karya  yang terinspirasi dari karakter sosok atau figur, bisa aktor ataupun aktris, penyanyi, komedian, tokoh masyarakat, tokoh kartun atau siapa saja yang menginspirasi.

Baca Juga: Wujudkan Merdeka Belajar, Guru Perlu Ubah Pola Pikir

“Kami selalu mencari berbagai cara kreatif dan menyenangkan untuk menciptakan ikatan emosional antara karya desainer dengan tokoh yang menginspirasi mereka.  Kami para guru menantang para siswa untuk menciptakan hal baru dan tak terduga dari karakter tersebut,’’ kata Pinky.

Susan Budihardjo, founder LPTB Susan Budihardjo menambahkan, filosofi Muse yang harus dipahami para siswa adalah karakter  dan konteks secara menyeluruh dari si tokoh, bukan sepotong-potong.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PGRI Dorong Pemda Ajukan Formasi Guru PPPK

Rabu, 30 Maret 2022 | 20:18 WIB

9 Tips Lolos SNMPTN 2022 Agar Diterima di PTN Impian

Selasa, 15 Februari 2022 | 16:23 WIB

Kadin Jateng Luncurkan Program Pemagangan di Jerman

Senin, 31 Januari 2022 | 20:15 WIB
X