Baznas Kebumen Berikan Beasiswa Rp 1,6 Miliar, 709 Calon Penerima Ikuti Seleksi

- Minggu, 5 Desember 2021 | 22:33 WIB
Para pelajar, mahasiswa dan santri mengikuti tes tertulis seleksi Beasiswa Baznas Kebumen di Gedung Setda Kebumen, Minggu (5/12). (SM/Supriyanto)
Para pelajar, mahasiswa dan santri mengikuti tes tertulis seleksi Beasiswa Baznas Kebumen di Gedung Setda Kebumen, Minggu (5/12). (SM/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kebumen tahun 202 mengalokasikan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa sebesar Rp 1,6 miliar.

Beasiswa tersebut akan diberikan kepada 415 penerima mulai dari pelajar SMP/MTs, SMA/MA/SMK, mahasiswa, santri tahfiz, hingga tenaga pendidikan dan kependidikan lembaga pendidikan keagamaan.

Sebanyak 709 calon penerima beasiswa mengikuti seleksi tertulis beasiswa Baznas Kebumen di Gedung Pertemuan Setda Kebumen, Minggu (5/12). Para peserta tes tertulis adalah mereka yang lolos seleksi administrasi.

Baca Juga: Antisipasi Merebaknya Budaya Hedonisme, Permainan Rakyat Perlu Dilestarikan dan Dikenalkan

"Selanjutnya yang lulus seleksi tertulis akan mengikuti tes wawancara dan visitasi ke rumah calon penerima," ujar Ketua Baznas Kebumen Drs H Bambang Sucipto MPdI kepada Suara Merdeka di sela-sela kegiatan.

Seleksi dihadiri oleh Kepala Badan Perencanaan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) Kebumen, Edi Rianto ST MT, Kabag Kesra Setda Kebumen Mukhsinul Mubarok SPd MSi dan jajaran pimpinan Baznas Kebumen.

Bambang Sucipto menambahkan, pemberian beasiswa Baznas bertujuan untuk menanggulangi putus sekolah bagi pelajar atau mahasiswa dan santri terutama bagi keluarga miskin. Kegiatan ini juga melaksanakan program Baznas Kebumen Cerdas tahun 2021.

Demi keadilan dan pemerataan, ke depan pemberian beasiswa Baznas tidak akan melalui test terbuka. Kuota akan diberikan langsung ke masing-masing sekolah, perguruan tinggi, pondok pesantren agar masing-masing lembaga menyeleksi sendiri.

Baca Juga: Ita: Mahasiswa Unika Bantu Turunkan Angka Covid-19

"Bagi yang belum berhasil dalam seleksi ini masih diberikan kesempatan bagi yang sangat membutuhkan melalui program pembantuan pendidikan," imbuhnya.

Bambang menambahkan bahwa penanggulangan kemiskinan paling efektif yakni melalui peningkatan pendidikan dan penguatan keagamaan serta kemandirian ekonomi produktif.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Juknis ASN P3K, Kemendikbud Bajak Guru Swasta

Minggu, 9 Januari 2022 | 20:48 WIB

Pramuka Harus Mampu Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Selasa, 28 Desember 2021 | 22:25 WIB

Implementasi Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi

Sabtu, 25 Desember 2021 | 22:09 WIB

Wujudkan Merdeka Belajar, Guru Perlu Ubah Pola Pikir

Senin, 20 Desember 2021 | 17:49 WIB
X