Hari Guru Nasional, Mutu Guru Kunci Bonus Demografi Indonesia

- Kamis, 2 Desember 2021 | 10:00 WIB
Guru mengajar di kelas (suaramerdeka.com/dok)
Guru mengajar di kelas (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Hari Guru Nasional yang diperingati setiap 25 November lalu harus dapat membawa perubahan nasib bagi para guru.

Tidak hanya kesejahteraan yang lebih baik secara finansial, tetapi juga peningkatan kompetensi guru agar mampu mendidik para siswa menjadi manusia produktif saat Indonesia mengalami bonus demografinya kelak.

“Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah sudah mengupayakan peningkatan kualitas serta kesejahteraan guru. Beberapa program yang gencar dilakukan pemerintah adalah program sertifikasi dan tunjangan profesi guru."

"Namun program-program ini belum mampu membawa perubahan pada kualitas pendidikan di Tanah Air,” terang Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza.

Baca Juga: Anggota Komnas Disabilitas Resmi Dilantik Presiden Joko Widodo, Ini Nama-namanya

Di tahun 2030-2040, jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) di Indonesia akan melebihi jumlah penduduk usia non-produktif (di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun).

Bonus ini perlu dimanfaatkan dengan baik melalui ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya masing-masing dan juga sehat jiwa raga.

Nadia mengatakan pandemi Covid-19 semakin menguatkan urgensi perbaikan kompetensi guru di Indonesia, khususnya pada penguasaan teknologi digital.

Tidak hanya siswa yang dipaksa beradaptasi lewat pembelajaran jarak jauh, para guru juga dipaksa beradaptasi untuk mengajar menggunakan metode yang jauh berbeda dari biasanya, dan tidak semuanya berhasil.

Baca Juga: Wisuda Unisfat Angkatan XIII, Alumni Diminta Ikut Majukan Demak

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mari Belajar Huruf Vokal Mandarin Lebih Dalam

Minggu, 16 Januari 2022 | 07:20 WIB
X