PTM Mutlak Ekstrahati-hati, Usia 6-18 Tahun Sumbang 9,6 Persen Kasus Covid-19

- Jumat, 11 Juni 2021 | 10:30 WIB
Pembelajaran tatap muka/Foto Radio Idola Semarang
Pembelajaran tatap muka/Foto Radio Idola Semarang

JAKARTA, suaramerdeka.com -  Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta rencana pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah pada Juli mendatang harus dilaksanakan secara cermat dan ekstrahati-hati.

Meskipun penanganan pandemi nasional mulai terkendali, namun Indonesia masih berada di tengah ancaman potensi lonjakan kasus dampak dari libur panjang Lebaran Idul Fitri.

"Seluruh guru yang ikut dalam pembelajaran tatap muka harus sudah divaksin dan dipastikan tidak memiliki penyakit komorbid," tegas Wiku di Graha BNPB pada Rabu (9/6/2021).

Baca Juga: Tim Hubungan Internasional FISIP Undip Gelar Pengabdian di Tambak Lorok

Satgas meminta semua pihak terkait lebih mengutamakan keselamatan para peserta didik.Data menunjukkan masyarakat usia sekolah yakni 6 - 18 tahun menyumbang 9,6 persen dari kasus positif nasional dan menyumbang 0,6 persen kasus kematian Covid-19 nasional.

"Maka dari itu, penting untuk diingat bahwa kesempatan pembukaan sektor pendidikan ini harus dijaga stabilitasnya secara hati-hati dan terbatas," katanya.

Wiku menegaskan sesuai arahan presiden, PTM terbatas diikuti peserta sebanyak 25 persen dari total kapasitas ruang belajar.

Kegiatan tatap muka tidak boleh lebih dari 2 hari dalam seminggu dan durasinya maksimal 2 jam pertemuan.

Baca Juga: Indeks Dolar Sedikit Menurun Usai Bergerak di Antara Untung dan Rugi

Pemerintah memastikan kegiatan PTM mengutamakan kesehatan, keselamatan dan keamanan dari peserta didik.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ingin Lolos UM, Yuk Join Tryout UM Undip

Minggu, 20 Juni 2021 | 21:05 WIB
X