Hadirkan Wamenkumham, Unnes Siap Wujudkan Hukum Berkeadilan di Indonesia

- Jumat, 26 November 2021 | 17:28 WIB
Wamenkumham Prof Eddy Hiariej (kiri), bersama Rektor Unnes, Prof Fathur Rokhman (kanan) saat kuliah umum bertajuk Mewujudkan Hukum Indonesia Berkeadilan Mensejahterakan Berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa. (suaramerdeka.com/Arista Nur Rizki)
Wamenkumham Prof Eddy Hiariej (kiri), bersama Rektor Unnes, Prof Fathur Rokhman (kanan) saat kuliah umum bertajuk Mewujudkan Hukum Indonesia Berkeadilan Mensejahterakan Berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa. (suaramerdeka.com/Arista Nur Rizki)



SEMARANG, suaramerdeka.com - Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tajuk “Mewujudkan Hukum Indonesia Berkeadilan Mensejahterakan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Kuliah umum digelar secara luring terbatas, menghadirkan pembicara Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Republik Indonesia, Prof Dr Edward Omar Sharif Hiariej SH M Hum di Gedung Auditorium UNNES, Kamis siang, 25 November 2021.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan, UNNES sengaja mengundang Prof Dr Edward Omar Sharif Hiariej untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa atas pentingnya mewujudkan Hukum Indonesia Berkeadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Baca Juga: Begadang sambil Main Gadget Bisa Sebabkan Kelumpuhan, Cek Dampak Buruk Lainnya

“Kesadaran menjadi sangat penting untuk membangun nilai kemanusiaan dengan hukum yang berkeadilan. Pada Era industri dan digital saat ini, kesadaran hukum menjadi penting bagi seluruh bangsa termasuk Indonesia.

Prinsip Hukum yang berkeadilan berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa harus kita pegang,” ungkap Prof Fathur Rokhman.

Wamenkumham yang akrab disapa Prof Eddy Hiariej itu menjelaskan, membangun hukum yang berkeadilan bagi pembangunan masyarakat Indonesia menuju masyarakat sejahtera yang adil dan makmur dengan cara menciptakan hukum yang responsif, hukum yang bercorak Indonesia, dan hukum harus dibuat dengan prosedur yang berlaku.

“Membangun hukum yang berkeadilan bagi pembangunan masyarakat Indonesia tidaklah mudah, Bukan sesuatu hal seperti membalikan telapak tangan.

Kuncinya adalah hukum yang responsif, bercorak Indonesia, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” paparnya.

Baca Juga: Resmi Jadi Kakak, Rafathar dapat Ucapan Selamat dari Papa Raffi

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ika FISIP Undip Targetkan 40 Beasiswa

Selasa, 11 Januari 2022 | 20:40 WIB
X