Riset Harus Berdampak pada Masyarakat, Ketua I4: Ciptakan Pengetahuan yang Komprehensif

- Rabu, 24 November 2021 | 18:55 WIB
Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) Prof Dr Muhammad Aziz. (suaramerdeka.com/Dok. GWPP)
Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) Prof Dr Muhammad Aziz. (suaramerdeka.com/Dok. GWPP)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua Umum Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) Dr Muhammad Aziz mengatakan, fungsi karya ilmiah sebagai hasil karya itu sendiri yang memiliki kontribusi atau impact tertentu.

Karya ilmiah juga bisa menjadi sebuah knowledge creation atau menciptakan sebuah pengetahuan.

"Yang selalu saya garis bawahi, tujuan utama riset adalah knowledge creation, penciptaan ilmu pengetahuan," ungkap Muhammad Aziz, pada diskusi Fellowship Jurnalisme Pendidikan yang diselenggarakan oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Selasa, 23 November 2021 melalui media online zoom.

Menurutnya, peradaban manusia selalu naik seiring dengan naiknya tingkat pengetahuan mereka.

Baca Juga: Berawal dari Kampus, Inilah Kisah Cinta Park Shin Hye dan Choi Tae Joon

"Ini yang kita harapkan, dari riset itu sendiri knowledge atau pengetahuan dan manusia naik secara kolektif," ujar Aziz.

Menurutnya, jika mahasiswa melakukan riset hanya untuk memenuhi syarat penyelesaian studi atau kelulusan itu salah besar.

"Kontribusi yang terbesar dari sebuah karya ilmiah ada pada knowledge creation atau comprehensive knowledge creation, itu harus," tambahnya.

Di beberapa negara maju pun bahkan ribuan riset dari berbagai kampus yang bisa diaplikasikan secara langsung hanya beberapa persen saja.

Baca Juga: Ramai Soal Dua Nama Brigjen M Zamroni Cek Cok dengan Arteria Dahlan, Simak Klarifikasi dari Kapenhumas Akmil

Aziz menambahkan, sangat disayangkan kadang karya ilmiah yang kita buat tidak ada yang membaca ataupun memanfaatkannya sebagai pijakan untuk dikembangkan.

Menurutnya, berdasarkan risetnya perlu ada grand gesain dari topik besar tertentu, atau skenario yang perlu dibreakdown.

Ia mencotohkan, bahwa pihkanya sedang melakukan riset tentang pembuatan hidrogen yang Co2-nya bisa langsung terseparasi atau terpisah dan tidak terbuang di atmosfir.

Baca Juga: Inmendagri Nomor 62 Tahun 2021 Resmi Terbit, Begini Isi Aturan Antisipasi Covid-19 Saat Nataru

"Itu merupakan grand desain. Selanjutnya kita breakdown ke sesuatu yang kecil-kecil, permasalahannya di mana? Kemudian kita berikan kepada mahasiswa," paparnya.

Dengan grand skenario dalam riset seperti itu dampaknya akan sangat besar. Menurutnya, tujuan terpenting dari riset adalah penciptaan pengetahuan yang komprehensif.

*Kegiatan Fellowship Jurnalisme Pendidikan Batch 3 diselenggarakan oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) bekerjasama dengan PT Paragon Technology and innovation, yang diikuti 15 wartawan media cetak dan online.

Halaman:
1
2

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mari Belajar Huruf Vokal Mandarin Lebih Dalam

Minggu, 16 Januari 2022 | 07:20 WIB
X