Menkes Budi Gunadi Sadikin: Presiden Minta Pembelajaran Tatap Muka Dilakukan Ekstrahati-hati

- Kamis, 10 Juni 2021 | 10:26 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (kemenkes.go.id) (Murdiyat Moko)
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (kemenkes.go.id) (Murdiyat Moko)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, presiden meminta pembelajaran tatap muka dilakukan secara ekstrahati-hati.

Pembelajaran tatap muka dilakukan secara terbatas dengan hanya maksimal 25 persen dari jumlah siswa yang hadir.

“Tidak boleh lebih dari dua hari seminggu, jadi seminggu hanya dua hari boleh melakukan maksimal tatap muka. Kemudian setiap hari maksimal hanya dua jam," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Baca Juga: Susun Proporsal GNRM 2021, DKV ISI Surakarta Gelar Rapat Koordinasi

Menkes mengatakan keputusan untuk belajar tatap muka juga tergantung pada izin dari orang tua.

Artinya ketika orang tua tidak mengizinkan anaknya untuk belajar tatap muka, maka siswa bisa tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Untuk memaksimalkan keselamatan proses pembelajaran tatap muka, kata Budi Gunadi, pihaknya terus menfokuskan untuk memprioritaskan vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

Baca Juga: Mahasiswa USM Donasikan Buku Ke Lokasi Program Kampus Mengajar

Sebelum tatap muka dimulai, semuanya ditargetkan sudah tervaksinasi.

"Jadi mohon bantuan juga kepala daerah karena vaksinnya kita kirim ke kepala daerah prioritaskan guru dan lansia, terutama guru-guru ini harus sudah divaksinasi sebelum tatap muka terbatas yang tadi kami sampaikan dilaksanakan," kata Budi Gunadi.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Teknologi Tak Bisa Gantikan Peran Pendidik

Kamis, 23 September 2021 | 22:12 WIB

Siswa Tidak Sehat, Diminta Tidak Usah Ikut PTM

Kamis, 23 September 2021 | 18:44 WIB
X