PTM Terbatas Tak Sama Seperti Sekolah Tatap Muka Biasa, Ini Penjelasan Nadiem

- Kamis, 10 Juni 2021 | 07:30 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim. (suaramerdeka.com / dok)
Mendikbud Nadiem Makarim. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramredeka.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim juga menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka (PTM)  terbatas tidak sama seperti sekolah tatap muka biasa.

Penyampaian ini  sekaligus meluruskan mispersepsi yang terjadi dalam beberapa pemberitaan terkait pelaksanaan PTM terbatas.

“Apa yang Bapak Presiden (Joko Widodo-red) sampaikan pada Senin lalu benar bahwa pembelajaran yang kita upayakan bersama adalah tatap muka terbatas. Sekali lagi, terbatas,” tegasnya, Rabu (09/06/2021), di Kantor Kemendikbudristek, Jakarta.

Baca Juga: Pemkot Pekalongan Targetkan Semua Sekolah Belajar Tatap Muka pada Tahun Ajaran Baru

Ditambahkan Nadiem, Presiden memberikan contoh praktik baik dalam melaksanakan PTM terbatas.

Di mana, satuan pendidikan dapat mengatur satu kelas hanya diisi 25 persen murid, kegiatan belajar mengajar hanya dua jam, dan satu minggu hanya dua kali pertemuan.

“Contohnya seperti yg disampaikan oleh Bapak Presiden. Sekolah yang sudah atau dalam proses melakukan PTM terbatas dengan durasi belajar dan jumlah murid berbeda tetap diperbolehkan selama mengikuti protokol kesehatan dan di bawah batas maksimal yang tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19,” terangnya.

Baca Juga: Tahap Pertama dari Aceh, Menteri Johnny: Kominfo Tempuh 4 Langkah Persiapkan ASO

Mendikbudristek pun menambahkan bahwa tidak ada perubahan terhadap ketentuan SKB tersebut.

“SKB tersebut menuangkan aturan maksimal. Sekolah bisa menerapkan PTM terbatas dengan sedikit demi sedikit,” imbuhnya.

Nadiem mengungkapkan, sekitar 30 persen satuan pendidikan telah melakukan PTM terbatas sesuai situasi dan kondisinya masing-masing.

Sebagian baru memulai PTM terbatas beberapa bulan terakhir, namun ada pula yang sudah melakukan PTM terbatas sejak tahun lalu.

Lebih jauh, ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi memberikan perhatian khusus terhadap kesulitan yang dihadapi anak, guru, bahkan orang tua dalam penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Seperti halnya para guru, orang tua, dan murid yang saya dengar langsung keluhannya dalam melakukan pembelajaran jarak jauh, Bapak Presiden juga menyampaikan kepeduliannya. Beliau menyampaikan, kita harus memiliki keberanian untuk mendorong PTM terbatas yang tentu saja disertai penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat,” tandas Nadiem.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ganjar Minta Uji Coba PTM Lakukan Laporan Harian

Selasa, 14 September 2021 | 21:55 WIB

Nadiem Apresiasi PTM di Solo, Mas Gibran Sangat Pro PTM

Selasa, 14 September 2021 | 21:48 WIB

PTM di Sleman, Tunggu Kebijakan Kepala Daerah

Rabu, 8 September 2021 | 13:25 WIB
X