PTM Terbatas Harus Tetap Diikuti Upaya Pencegahan Meluasnya Covid-19

- Senin, 7 Juni 2021 | 12:43 WIB
Pembelajaran tatap muka/Foto Radio Idola Semarang
Pembelajaran tatap muka/Foto Radio Idola Semarang

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas harus tetap diiringi dengan upaya-upaya pencegahan penyebaran kasus Covid-19.

Pelaksanaan PTM terbatas sebaiknya tetap memperhatikan riwayat kesehatan para peserta didik dengan tidak mewajibkan mereka yang memiliki penyakit bawaan atau memiliki orang tua/anggota keluarga yang memiliki penyakit bawaan.

Studi yang dilakukan oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang telah dirilis di berbagai jurnal ilmiah pada bulan April lalu menemukan bahwa 40 persen anak-anak yang terinfeksi Covid-19 memiliki tingkat fatalitas/kematian yang tinggi.

Baca Juga: Airlangga Fokus Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi, DPR Mengapresiasi

Mereka adalah anak-anak yang memiliki penyakit bawaan (komorbid). Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza mengatakan, sangat dianjurkan apabila sekolah-sekolah melakukan pemetaan untuk mengidentifikasi peserta didik serta orang tua/anggota keluarga yang memiliki penyakit bawaan ini.

Mereka yang teridentifikasi sebaiknya tidak diwajibkan untuk mengikuti PTM. Di sisi lain, Kemendikbud-Ristek dan Dinas Pendidikan terkait wajib memastikan bahwa sekolah-sekolah yang mengikuti PTM terbatas harus memiliki fasilitas dan sanitasi yang lengkap dan baik.

Para guru dan staf yang ada juga sudah mendapatkan vaksinasi. Jika belum terpenuhi, sebaiknya PTM terbatas tidak dilakukan.

Baca Juga: Menparekraf: Desa Wisata Simbol Kebangkitan Ekonomi Nasional

Sekolah-sekolah yang melaksanakan PTM juga wajib menerima bimbingan dari Kemendikbud-Ristek dan Dinas Pendidikan setempat terkait dengan blended learning.

“Wacana dibukanya sekolah dan penyelenggaraan kembali pembelajaran tatap muka (PTM) kembali mengemuka karena proses vaksinasi untuk para guru sudah dimulai. Namun tidak hanya memprioritaskan vaksinasi, pemerintah perlu memperhatikan bagaimana sekolah dapat mengimplementasikan protokol kesehatan yang baik dan benar,” tegas Nadia.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekolah Nasima Jalin Kerja Sama dengan Cambridge

Minggu, 21 November 2021 | 21:38 WIB

ANBK Gantikan UNBK, Apa Perbedaan Keduanya?

Selasa, 16 November 2021 | 16:35 WIB
X