Unwahas Mulai Terapkan Program Kampus Merdeka

- Senin, 7 Juni 2021 | 10:43 WIB
FOTO BERSAMA : Wakil Rektor Undip Prof Budi Setiyono SSos MPol Admin PhD foto bersama dengan Wakil Rektor Unwahas Dr H Andi Purwono SIP MSi, Dekan Fisip Dr H Agus Riyanto SIP MSi dan Kajur Ilmu Politik  Zudi Setyawan SSos MSi usai menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). (suaramerdeka.com / dok)
FOTO BERSAMA : Wakil Rektor Undip Prof Budi Setiyono SSos MPol Admin PhD foto bersama dengan Wakil Rektor Unwahas Dr H Andi Purwono SIP MSi, Dekan Fisip Dr H Agus Riyanto SIP MSi dan Kajur Ilmu Politik  Zudi Setyawan SSos MSi usai menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Wakil Rektor Undip Prof Budi Setiyono SSos MPol Admin PhD mengatakan, saat ini program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mulai diterapkan sejumlah perguruan tinggi termasuk Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas).

“Namun untuk dapat menerapkan kebijakan ini, perguruan tinggi harus mempersiapkan diri agar dapat menjalankan program ini sesuai dengan karakteristik perguruan tinggi dan sumberdaya yang dimiliki,” katanya.

Dia mengatakan hal itu dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang MBKM yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip) Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) kemarin.

Baca Juga: Sebanyak 25,7 Persen Pengguna Komputer di Indonesia Hampir Terkena Serangan Berbasis Web

Ketua Jurusan Ilmu Politik  Zudi Setyawan SSos MSi menjelaskan, selain Wakil Rektor Undip, tampil sebagai pembicara Wakil Rektor Unwahas Dr H Andi Purwono SIP MSi, Dekan Fisip Dr H Agus Riyanto SIP MSi dan alumni Unwahas yang kini menjadi Dosen UII Yogyakarta Wahyu Arif Rahardjo SIP MA.

Menurut Budi Setiyono, perguruan tinggi harus menentukan kebijakan yang menjadi panduan bagi program studi yang dinaunginya

Di antaranya mengenai dukungan terhadap pembelajaran lintas prodi dan alokasi penggunaan dana, serta menjamin mutu lulusan tidak akan menurun dengan menjalankan program ini.

Baca Juga: Percepatan Perdagangan Vaksin Covid-19 Disepakati Para Menteri APEC

‘’Pimpinan perguruan tinggi juga dapat mencarikan mitra yang sesuai untuk seluruh prodi yang ada. Sementara itu, program studi harus menyelaraskan kurikulumnya agar memungkinkan mahasiswa secara mandiri dapat memilih tiga semester belajar lintas prodi atau luar perguruan tinggi,’’ tuturnya.

Dikatakan, program studi juga harus melakukan penjaminan mutu bahwa lulusan yang dihasilkan tetap memperoleh capaian pembelajaran yang telah ditentukan.

“Prodi perlu melakukan kolaborasi dan kerja sama dengan mitra untuk melaksanakan Bentuk Kegiatan Pembelajaran (BKP) dalam program MBKM agar mendukung pemerolehan capaian pembelajaran yang diinginkan,” katanya.

Baca Juga: Ledakan Kasus Covid-19 Kudus Hendaknya Jadi Pelajaran Pemda

Wakil Rektor Unwahas Dr H Andi Purwono SIP MSi mengatakan, harapan dari pelaksanaan program MBKM itu, selain output mahasiswa yang berkompeten dan berkarakter, juga beradab, jujur, berani, cerdas, mandiri, serta siap terjun ke masyarakat atau dunia kerja dan industri.

Menurut Andi, ilmu di perguruan tinggi bersifat dinamis, sehingga kurikulum juga seharusnya berproses dinamis sesuai kebutuhan terkait dinamika ilmu dan kebutuhan praktis.

“FGD ini sangat penting tidak hanya hibah, namun ikhtiar jangka panjang perbaikan yang lebih baik,” katanya.

Dekan Fisip Agus Riyanto mengatakan, FGD tidak hanya memanfaatkan dana  hibah, namun sekaligus sebagai ikhtiar perbaikan jangka panjang.

‘’Kurikulum menentukan kualitas perguruan tinggi sehingga momentum ini sangat strategis. Harapan FGD ini dapat menghasilkan kurikulum Fisip yang berkualitas sesuai MBKM dengan tetap mempertahankan karakteristik Fisip Unwahas, aswaja,’’ tegasnya.

Alumni Unwahas yang kini menjadi Dosen UII Yogyakarta Wahyu Arif Rahardjo SIP MA mengatakan, matakuliah negosiasi dan lifeskill yang dipelajari di kelas bermanfaat buat mahasiswa, khususnya dalam pekerjaan analisa politik luar negeri.

Menurut Wahyu perlu ada pembagian yang lebih rinci, misalnya pembangunan dan lingkungan.

‘’Magang kuliah menurut saya sangat berguna. Meski jujur pada saat itu proses magang seperti apa kami tidak tahu sebelumnya,’’ kata Wahyu.

Hadir pada FGD tersebut Wakil Dekan Muhammad Nuh dan para dosen dilingkungan program studi ilmu politik dan hubungan internasional.

Halaman:
1
2
3

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ika FISIP Undip Targetkan 40 Beasiswa

Selasa, 11 Januari 2022 | 20:40 WIB
X