Unwahas Mulai Terapkan Program Kampus Merdeka

- Senin, 7 Juni 2021 | 10:43 WIB
FOTO BERSAMA : Wakil Rektor Undip Prof Budi Setiyono SSos MPol Admin PhD foto bersama dengan Wakil Rektor Unwahas Dr H Andi Purwono SIP MSi, Dekan Fisip Dr H Agus Riyanto SIP MSi dan Kajur Ilmu Politik  Zudi Setyawan SSos MSi usai menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). (suaramerdeka.com / dok)
FOTO BERSAMA : Wakil Rektor Undip Prof Budi Setiyono SSos MPol Admin PhD foto bersama dengan Wakil Rektor Unwahas Dr H Andi Purwono SIP MSi, Dekan Fisip Dr H Agus Riyanto SIP MSi dan Kajur Ilmu Politik  Zudi Setyawan SSos MSi usai menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). (suaramerdeka.com / dok)

“Prodi perlu melakukan kolaborasi dan kerja sama dengan mitra untuk melaksanakan Bentuk Kegiatan Pembelajaran (BKP) dalam program MBKM agar mendukung pemerolehan capaian pembelajaran yang diinginkan,” katanya.

Baca Juga: Ledakan Kasus Covid-19 Kudus Hendaknya Jadi Pelajaran Pemda

Wakil Rektor Unwahas Dr H Andi Purwono SIP MSi mengatakan, harapan dari pelaksanaan program MBKM itu, selain output mahasiswa yang berkompeten dan berkarakter, juga beradab, jujur, berani, cerdas, mandiri, serta siap terjun ke masyarakat atau dunia kerja dan industri.

Menurut Andi, ilmu di perguruan tinggi bersifat dinamis, sehingga kurikulum juga seharusnya berproses dinamis sesuai kebutuhan terkait dinamika ilmu dan kebutuhan praktis.

“FGD ini sangat penting tidak hanya hibah, namun ikhtiar jangka panjang perbaikan yang lebih baik,” katanya.

Dekan Fisip Agus Riyanto mengatakan, FGD tidak hanya memanfaatkan dana  hibah, namun sekaligus sebagai ikhtiar perbaikan jangka panjang.

‘’Kurikulum menentukan kualitas perguruan tinggi sehingga momentum ini sangat strategis. Harapan FGD ini dapat menghasilkan kurikulum Fisip yang berkualitas sesuai MBKM dengan tetap mempertahankan karakteristik Fisip Unwahas, aswaja,’’ tegasnya.

Alumni Unwahas yang kini menjadi Dosen UII Yogyakarta Wahyu Arif Rahardjo SIP MA mengatakan, matakuliah negosiasi dan lifeskill yang dipelajari di kelas bermanfaat buat mahasiswa, khususnya dalam pekerjaan analisa politik luar negeri.

Menurut Wahyu perlu ada pembagian yang lebih rinci, misalnya pembangunan dan lingkungan.

‘’Magang kuliah menurut saya sangat berguna. Meski jujur pada saat itu proses magang seperti apa kami tidak tahu sebelumnya,’’ kata Wahyu.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jurnal Akta Unissula Peroleh Akreditasi Sinta 2

Rabu, 26 Januari 2022 | 08:48 WIB

Begini Kriteria Calon Rektor Unnes Periode 2022-2026

Jumat, 21 Januari 2022 | 17:16 WIB
X