Lindungi Mangrove dan Perbaiki Tambak, Undip Kenalkan Konsep AMA

- Rabu, 2 Juni 2021 | 18:28 WIB
Foto suaramerdeka.com/dok
Foto suaramerdeka.com/dok

SEMARANG, suaramerdeka.com – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip memperkenalkan konsep baru dalam perlindungan pesisir laut, hutan mangrove dan eksistensi tambak bagi petani.

Konsep baru ini dinilai berhasil dalam menjaga ketiganya di tengah ancaman abrasi dan penurunan permukaan tanah di sepanjang pantura Jawa.

Guru Besar Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip, Prof Dr Sri Rejeki menjelaskan konsep baru ini bernama Associated Mangrove Aquaculture (AMA) atau sistem tambak terhubung mangrove.

Baca Juga: Maknai Pandemi Covid-19 sebagai Kebangkitan Seni

Latar belakang konsep AMA ini adalah adanya adanya penurunan permukaan tanah yang disebabkan berbagai faktor. Mulai dari masifnya penggunaan air tanah, penebangan hutan mangrove yang akhirnya menyebabkan 640 hektare tambak hilang di Demak dan 900 hektare lainnya terdampak akibat penurunan tanah maupun abrasi.

Abrasi mengakibatkan morfologi pantai berubah dan garis pantai berpindah. Akibatnya, kualitas lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat juga berubah. Apalagi, banyak petambak yang mulai kehilangan tambak dan menyebabkan pengangguran serta kemiskinan baru.

“Konsep MMA ini berbeda dengan sebelumnya, silvofishery. Di mana mangrove tidak ditanam di pematang atau di dalam stambak,” kata Sri Rejeki dalam Webinar "Aquaculture Supporting Mangrove" Seri#1, Rabu (2/6).

Baca Juga: Martin Garrix Gandeng U2 Duo Bono and The Edge Nyanyikan Soundtrack Euro 2020

Dalam webinar yang dibuka oleh Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip Prof Dr Tri Winarni Agustini tersebut menampilkan sejumlah narasumber.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PDIL Unika Lahirkan Doktor Ilmu Lingkungan Pertama

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:45 WIB

Pemilihan Rektor USM: Lima Calon Sampaikan Visi Misi

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:24 WIB
X