Institut Fo Guang Shan Dong Zen Buka Kelas Online Buddha Dharma dalam Bahasa Indonesia

Rep
- Selasa, 1 Juni 2021 | 08:12 WIB
kelas online Buddha Dharma (Rep)
kelas online Buddha Dharma (Rep)

MALAYSIA, suaramerdeka.com - Institut Fo Guang Shan Dong Zen membuka kelas online Buddha Dharma dalam Bahasa Indonesia.

Institut ini berada di bawah naungan Universitas Tsung Lin.

Kelas online Buddha Dharma berbahasa Indonesia ini ditujukan bagi anak muda berusia 18-40 tahun.

Baca Juga: Butuh Waktu Sembilan Tahun Kejar Ketinggalan Akibat Pembelajaran Jarak Jauh
Terutama bagi mereka yang menaruh minat terhadap sisi humanisme Buddha.

Dalam program ini terdapat delapan kelas yang digelar secara zoom dari 28 Mei-16 Juli 2021.

Yaitu terdiri dari Riwayat Hyang Buddha, Ajaran Hyang Buddha, Bagaimana menjadi seorang Buddhis yang baik, Mengenal Venerable Master Hsing Yun, Budhisme Humanistik, Meditasi, Buddha Dharma dan Psikologi, dan Praktek Menyalin Sutra.

Baca Juga: Fakultas Psikologi USM Gelar Talent Management Frame Work
Saat pembukaan kelas online Buddha Dharma, Bhiksuni Jue Cheng, menekankan empat poin penting kepada para siswa.

Empat point itu adalah melestarikan semangat ajaran Guru kita, Hyang Buddha, menggali kembali ajaran Hyang Buddha yang ada di awal pendirian candi Boroboudur dan terjemahan sutra agama Buddha, menumbuhkan semangat ajaran Buddhisme Humanistik, yang dikembangkan oleh Venerable Master Hsing Yun, sehingga dapat maju dan berkembang di Indonesia, serta mempraktekkan Buddhisme Humanistik sehingga dapat berkontribusi secara nyata untuk menjaga keharmonisan bangsa Indonesia yang memiliki beragam suku, agama dan ras.

Selanjutnya Bhiksuni Miao Nan, Dekan Universitas Tsung Lin, Fo Guang Shan, Taiwan secara khusus mengajak mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh Pendidikan disana untuk berbagi tiga kunci hidup dengan para siswa kelas online Buddha Dharma.

Pertama adalah Bhiksu Hui Quan, mahasiswa tahun ketiga dari kelas putra yang berbagi tentang munculnya keberanian dan komitmen setelah mempelajari Agama Buddha.

Kunci hidup kedua, adalah belajar bagaimana belajar melepas dan hidup bahagia dalam kesederhanaan disampaikan oleh Bhiksuni Zhi Min yang merupakan mahasiswi tingkat tiga dari kelas putri.

Kunci hidup terakhir adalah memperlakukan semua orang dengan hati yang sama, hal ini disampaikan oleh mahasiswi tingkat tiga lainnya, Bhiksuni Zhi Neng.

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X