Butuh Waktu Sembilan Tahun Kejar Ketinggalan Akibat Pembelajaran Jarak Jauh

Rep
- Senin, 31 Mei 2021 | 07:12 WIB
butuh waktu kejar ketinggalan pembelajaran jarak jauh
butuh waktu kejar ketinggalan pembelajaran jarak jauh

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pembelajaran Jarak Jauh telah menurunkan, bahkan menghilangkan kompetensi pendidikan.

Oleh sebab itu butuh waktu sembilan tahun untuk mengejar ketinggalan akibat pembelajaran jarak jauh itu.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Iwan Syahril, seperti yang dikutip dari pikiran-rakyat.com, Senin, 31 Mei 2021.

Baca Juga: Mahasiswa Unwahas Raih Prestasi Dunia di Bidang Panjat Tebing Internasional
Sedangkan penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilakukan sekolah dengan sangat terbatas lantaran adanya protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, kata Iwan, orang tua juga berhak menentukan apakah anaknya boleh mengikuti PTM atau pembelajaran jarak jauh.

Juga opsi kesiapan sekolah untuk memulai pembelajaran tatap muka diserahkan kepada pemerintah daerah.

Sebelumnya Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim meminta pemerintah daerah untuk memulai pembelajaran tatap muka.

Namun kegiatan pembelajaran tatap muka itu dilakukan secara terbatas, mengingat masih dalam masa pandemi.

Permintaan digelarnya pembelajaran tatap muka itu dilakukan setelah para guru menerima vaksinasi covid-19.

Selain itu juga banyak pelajar yang menginginkan sekolah dibuka lagi mengingat mereka merasa kesulitan dengan pembelajaran jarak jauh.

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akademisi Didorong Tingkatkan Penelitian Mutakhir

Selasa, 27 Juli 2021 | 13:32 WIB

Unwahas Siapkan SDM Diplomat Santri

Minggu, 25 Juli 2021 | 19:44 WIB
X