Tim Dosen FTP USM Berikan Pelatihan Penanganan Pascapanen Bekatul Jagung

- Rabu, 21 April 2021 | 21:15 WIB
Tim Dosen FTP USM Berikan Pelatihan Penanganan Pascapanen Bekatul Jagung. (suaramerdeka.com/Jati Prihatnomo)
Tim Dosen FTP USM Berikan Pelatihan Penanganan Pascapanen Bekatul Jagung. (suaramerdeka.com/Jati Prihatnomo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tim Pengabdian Masyarakat dosen Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Semarang (FTP USM) memberikan pelatihan penanganan pascapanen bekatul jagung kepada kelompok Tani Usaha Mulya, Rowosari, Semarang baru-baru ini.

Tim Dosen PKM dari FTP USM diketuai oleh Zulhaq Dahri Siqhny ST MT dengan anggota Dr Ir Haslina MSi, Ir Ery Pratiwi MP dan dibantu oleh mahasiswa FTP bernama Aurel Ady Wibowo. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan enam orang anggota Kelompok Tani Usaha Mulya yang diketuai oleh Abdul Aziz.

Zulhaq Dahri Siqhny ST MT menerangkan selain memberikan pelatihan penanganan pascapanen bekatul jagung, tim dosen FTP USM juga memberikan pelatihan pembuatan bolu kukus bekatul jagung.

“Tim Dosen FTP USM selain membeikan pelatihan penanganan pascapanen bekatul jagung juga memebrikan pelatihan praktek pembuatan bolu kukus bekatul jagung bagi kelompok tani Usaha Mulya,” kata Zulhaq.

Dirinya menambahkan bahwa penanganan pascapanen merupakan upaya strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional karena dapat menurunkan susut hasil, mempertahankan kualitas hasil panen dan meningkatkan nilai tambah, daya saing serta meningkatkan pendapatan petani jagung.

“Proses pascapanen jagung terdiri atas serangkaian kegiatan yang dimulai dari panen/pemetikan dan pengeringan jagung, pemipilan tongkol jagung, pengemasan biji, dan penyimpanan bekatul jagung. Namun, selama ini bekatul jagung hasil pemipilan tongkol hanya akan dibuang atau hanya dibuat untuk pakan ternak saja” tambahnya.

Sementara Dr Ir Haslina MSi, menjelaskan lebih dalam mengenai pentingnya bekatul jagung dari sisi ilmiah. Bekatul jagung merupakan campuran lapisan aleuron dan pericarp yang telepas dalam proses penggilingan jagung. Proses penggilingan dan penyosohan jagung akan menghasilkan 16-28% sekam (hulls), 6-11% dedak (bran), 2-4% bekatul (polish), dan sekitar 60 persen endosperma.

Selama ini bekatul hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak karena belum banyak masyarakat yang mengetahui manfaatnya bagi kesehatan. Padahal, bekatul mengandung sejumlah senyawa fenolik, antioksidan, serta kaya akan serat pangan, vitamin, dan mineral. Manfaar bekatul bagi kesehatan antara lain: antikanker, antihipokolesterolemik, antiaterogenik.
 
Berikutnya, dilakukan kegiatan presentasi dan praktek pembuatan olahan pangan bekatul jagung yang dilakukan oleh Ir Ery Pratiwi MP yang dibantu oleh mahasiswa FTP. Bekatul jagung ditambahkan pada olahan roti bolu kukus. Penambahan bekatul jagung pada bolu kukus dapat menjadi alternatif peningkatan nilai tambah baik dari sisi gizi maupun ekonomi.

Diakhir sesi acara pengabdian, Zulhaq Dahri Siqhny ST MT selaku ketua tim PKM USM menyampaikan harapannya kepada anggota Kelompok Tani Usaha Mulya untuk  menerapkan teori pascapanen bekatul jagung yang baik dan mengaplikasikan pelatihan mengenai pembuatan bolu kukus bekatul jagung sehingga dapat meningkatkan pendapatan kelompok tani.

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Akademisi Didorong Tingkatkan Penelitian Mutakhir

Selasa, 27 Juli 2021 | 13:32 WIB

Unwahas Siapkan SDM Diplomat Santri

Minggu, 25 Juli 2021 | 19:44 WIB
X