Permendikbud Jadi Kontroversi, Nadiem Bantah Halalkan Seks Bebas dan Perzinaan

- Kamis, 11 November 2021 | 18:36 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim. (Twitter/@kemdikbud_RI)
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim. (Twitter/@kemdikbud_RI)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim akhirnya buka suara perihal Permendikbud No 30 Tahun 2021.

Permendikbud No 30 Tahun 2021 mengatur tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Hingga saat ini Permendikbud No 30 Tahun 2021 masih menjadi sorotan hingga kontroversi, karena dinilai melegalkan seks bebas atau perzinahan.

Baca Juga: Pacu Sektor Agroindustri Jateng, CJBIF 2021 Fasilitasi Kabupaten-Kota dan Calon Investor

"Kami di Kemendikbudristek sama sekali tidak mendukung seks bebas atau mendukung perzinahan, sama sekali tidak," ujar Nadiem, dikutip suaramerdeka.com dari kanal YouTube Najwa Shihab, Kamis 11 November 2021.

"Saya tidak bisa menerima kritik yang menyebut saya ini menghalalkan zina dan seks bebas. Ini sama sekali bukan azas dari Permendikbud ini," imbuh Nadiem.

Nadiem menjelaskan alasannya mengeluarkan Permendikbud tentang kekerasan seksual. Menurutnya esensi Permendikbud PPKS ini ada tiga hal.

Baca Juga: Kantongi Izin Edar, Produk UMKM Bisa Dipasarkan Lebih Luas

Pertama, ada satu unit satgas yang bertanggung jawab melakukan semua pelaporan, pemulihan, perlindungan dan monitoring rekomendasi sanksi.

Kedua, penjabaran, yang didalamnya menjelaskan 20 kategori perilaku kekerasan seksual.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Juknis ASN P3K, Kemendikbud Bajak Guru Swasta

Minggu, 9 Januari 2022 | 20:48 WIB

Pramuka Harus Mampu Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Selasa, 28 Desember 2021 | 22:25 WIB

Implementasi Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi

Sabtu, 25 Desember 2021 | 22:09 WIB

Wujudkan Merdeka Belajar, Guru Perlu Ubah Pola Pikir

Senin, 20 Desember 2021 | 17:49 WIB
X