Griya Riset Indonesia, Mimbar dan Ruang Kolaborasi Peneliti Muda

- Rabu, 10 November 2021 | 22:15 WIB
Griya Riset Indonesia. (Instagram/@griyarisetindonesia)
Griya Riset Indonesia. (Instagram/@griyarisetindonesia)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Di tengah kesibukan kampus dan masyarakat, selain mampu mendirikan Perkumpulan Griya Peradaban, Ma'as Shobirin juga mendirikan Griya Riset Indonesia (GRI).

Lembaga ini hadir sebagai mimbar akademik sekaligus ruang kolaborasi bagi para peneliti muda Indonesia di bidang Pendidikan dan Sosial Humaniora.

Selain memberikan layanan dan konsultasi riset dan penulisan secara professional, GRI juga memiliki program gerakan sosial bagi masyarakat, baik yang ditujukan bagi Dosen, Guru ataupun masyarakat luas melalui program Akadmei Riset dan Penulisan yang didesain secara berjenjang dari level 1 hingga level 4.

Dalam layanan professional, GRI memiliki banyak SDM, baik dari pegiat maupun mitra pengajar dari lintas perguruan tinggi.

"Kita kumpulkan energi para peneliti dan penulis muda produktif untuk melakukan kolaborasi. Semoga GRI menjadi ruang positif dan keberadaannya dapat dinikmati masyarakat luas." ujarnya.

"GRI didirkan untuk tujuan mulia, sehingga langkah yang dilakukan juga harus dengan cara-cara mulia" jelasnya, saat dikonfirmasi suaramerdeka.com, Rabu, 10 November 2021.

Ma’as Shobirin tidak sendiri dalam menjalankan lembaga ini, ada beberapa tim yang siap mengawal program-program di Griya Riset Indonesia.

Di antaranya Amrizarois Ismail sebagai Direktur Griya Riset Indonesia, Ahmad Arifudin (Pengelola Jurnal Bereputasi), Nurwidiyanto (Pakar Bahasa Mandarin), M. Jauhari Sofi (Peneliti dan pakar Bahasa Inggris).

Lalu Abdul Azis (Pakar Metodologi Riset), Muhtadin (Pengembangan IT), M. Khozin (Manager Program), Megawati Indah Pratiwi (Manager Pengembangan SDM).

Dan 9 aktivis yang membantu dalam pelaksanaan program Akademi Riset dan Penulisan yang berasal dari UIN Walisongo Semarang, Unwahas, UIN Sunan Kalijaga, UNISNU Jepara, IAIN Jember, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Juknis ASN P3K, Kemendikbud Bajak Guru Swasta

Minggu, 9 Januari 2022 | 20:48 WIB

Pramuka Harus Mampu Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Selasa, 28 Desember 2021 | 22:25 WIB

Implementasi Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi

Sabtu, 25 Desember 2021 | 22:09 WIB

Wujudkan Merdeka Belajar, Guru Perlu Ubah Pola Pikir

Senin, 20 Desember 2021 | 17:49 WIB
X