PTKIS Berbasis Riset, Mungkinkah?

- Rabu, 10 November 2021 | 14:17 WIB
Ilustrasi literasi. (Pixabay/@mediamodifier)
Ilustrasi literasi. (Pixabay/@mediamodifier)

suaramerdeka.com - Perguruan Tinggi Agama Islam semakin dituntut untuk melakukan integrasi dan akselerasi dengan dinamika kehidupan masyarakat.

Dalam konteks modernisasi, Perguruan Tinggi Agama Islam sejatinya telah mendapatkan fasilitasi berikut payung hukumnya dalam menjalankan tuntutan tersebut.

Hal ini tampak dari misi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Islam –selaku institusi yang menaungi PTAI—berupa fasilitasi dan pemberdayaan Perguruan Tinggi Agama Islam melalui program yang meliputi : a) akademik, b) ketenagaan, c) Sarana Prasarana dan kemahasiswaan, d) kelembagaan, e) penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Dalam perjalanannya, isu utama dalam peningkatan mutu PTAI adalah peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan melalui standar kualifikasi pendidikan, peningkatan kompetensi serta profesionalisme.

Dengan demikian peningkatan mutu pendidikan dan kelembagaan PTAI dapat terwujud sebagai penyelenggara Pendidikan Tinggi Agama Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai amanah, tafaqquh fi ’l-dīn, profesional, transparan, akuntabel dan berkualitas.

Perguruan tinggi merupakan salah satu subsistem pendidikan nasional yang tidak dapat dipisahkan dari subsistem lainnya, baik di dalam maupun di luar sistem pendidikan.

Keberadaan perguruan tinggi dalam keseluruhan kehidupan berbangsa dan bernegara, mempunyai peran yang sangat besar.

Peran tersebut terungkap dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasa1 20 ayat 2 yang mengungkapkan bahwa perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Sisi lainnya, eksistensi Perguruan Tinggi Agama Islam, selain memangku amanat akademik sebagaimana tersistematisasi oleh regulasi yang ada, juga mengemban amanat teologis dalam merajut kehidupan sosial-kemasyarakatan agar dicintai Tuhan.

Karenanya konseptualisasi baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur juga menjadi perkerjaan besar yang harus diimplementasikan oleh Perguruan Tinggi Agama Islam.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Juknis ASN P3K, Kemendikbud Bajak Guru Swasta

Minggu, 9 Januari 2022 | 20:48 WIB

Pramuka Harus Mampu Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Selasa, 28 Desember 2021 | 22:25 WIB

Implementasi Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi

Sabtu, 25 Desember 2021 | 22:09 WIB

Wujudkan Merdeka Belajar, Guru Perlu Ubah Pola Pikir

Senin, 20 Desember 2021 | 17:49 WIB
X