Produk Kreatif Juara Krenova Disajikan ke Publik

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 22:07 WIB
Pandu Wedha Kusuma dan tim mempresentasikan karya inovasinya berupa alat seduh kopi di hadapan stakeholder saat digelar Diseminasi Produk Teknologi Inovasi oleh Balitbang Kota Magelang. (SM/Asef F Amani)
Pandu Wedha Kusuma dan tim mempresentasikan karya inovasinya berupa alat seduh kopi di hadapan stakeholder saat digelar Diseminasi Produk Teknologi Inovasi oleh Balitbang Kota Magelang. (SM/Asef F Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com - Produk-produk kreatif dan inovatif peraih juara Lomba Kreativitas Inovasi (Krenova) Masyarakat baik tingkat Kota Magelang maupun tingkat provinsi tahun 2020/2021 dikenalkan ke publik melalui kegiatan Diseminasi Produk Teknologi Inovasi.

Bertempat di Ruang Sidang Lantai 1 Kompleks kantor Wali Kota Magelang, Kamis (29/10), para inovator mempresentasikan karyanya di hadapan para stakeholder.

Di antaranya unsur perguruan tinggi, yakni IST Akprind Yogyakarta, praktisi, akademisi, komunitas, kepolisian, dan lainnya.

Baca Juga: Hari Listrik Nasional ke-76: PLN Terangi 75.278 Desa di Penjuru Negeri, Memutar Roda Ekonomi

Plt Kepala Balitbang Kota Magelang, Arif Barata Sakti mengatakan, beberapa karya inovasi yang dihadirkan dalam kegiatan ini antara lain Automatic Wastafel Portable karya Patra Agung Wirayudha dari Kelurahan Kemirirejo dan Turbin Jet Stelizier karya Damar Kuncoro Adi dari Kelurahan Cacaban.

Kemudian Air Roasting Coffee (Alat Panggang Kopi) karya Chamim Susanto dari Kelurahan Magelang, Aryo (Alat Seduh Kopi) dan Klik Aman karya Pandu Wedha Kusuma dari Kelurahan Cacaban.

“Karya ini sebelumnya sudah kita lakukan seleksi. Tidak cukup sampai di situ, kita juga putuskan untuk dikembangkan, bahkan diterapkan dan dihilirasi. Kegiatan diseminasi ini bagian dari hilirasi karya kreatif pemenang Krenova 2020-2021,” ujarnya di sela kegiatan.

Baca Juga: Dekonstruksi Merdeka Belajar

Dia menuturkan, diseminasi produk teknologi inovasi ini merupakan instrumen kebijakan Pemkot Magelang melalui Balitbang yang perlu dilakukan berkelanjutan dengan mempertimbangkan masih adanya produk inoasi yang kurang berkembang.

Bahkan, belum mampu bersaing karena lemahnya penerapan, penguasaan, dan pemanfaatan teknologi.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Juknis ASN P3K, Kemendikbud Bajak Guru Swasta

Minggu, 9 Januari 2022 | 20:48 WIB

Pramuka Harus Mampu Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Selasa, 28 Desember 2021 | 22:25 WIB

Implementasi Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi

Sabtu, 25 Desember 2021 | 22:09 WIB

Wujudkan Merdeka Belajar, Guru Perlu Ubah Pola Pikir

Senin, 20 Desember 2021 | 17:49 WIB
X