Mabit Fokmi USM, Gus In’am Dorong Mahasiswa Tingkatkan Budaya Literasi

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 06:45 WIB
Mahasiswa USM mengikuti Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) di pondok pesantren Kampoeng Adat Kalidjagan Bangetayu Wetan Semarang. (suaramerdeka.com / dok)
Mahasiswa USM mengikuti Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) di pondok pesantren Kampoeng Adat Kalidjagan Bangetayu Wetan Semarang. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Di era teknologi sekarang ini, semua informasi sangat terbuka dan bisa diakses secara bebas, namun budaya literasi generasi muda saat sangat lemah dalam hal literasi.

Maka dari itu, sebagai generasi muda yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum Komunikasi Mahasiswa Islam (Fokmi) Universitas Semarang (USM) harus senantiasa meningkatkan dan menyosialisasikan pentingnya budaya literasi kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Dr KH In’amuzzahidin MAg atau Gus In'am saat memberikan materi pada kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) di pondok pesantren Kampoeng Adat Kalidjagan Bangetayu Wetan Semarang pada 22-24 Oktober lalu.

Kegiatan Mabit ini diikuti 30 peserta dan selain Dr KH In’amuzzahidin, hadir sebagai narasumber Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT, Dr Zawawi Abdul Wahid, KH Sholeh Isryad, Gunawan W MAg, Saiful Hadi MKom, Bandi SH, Ustadz Ahmadi, dan Ustadz Zainul.

Baca Juga: Kwarnas: Perkemahan Wirakarya Nasional PTK Jadi Baromater Perkemahan Nasional

Gus In’am menyebut bahwa ulama terdahulu seperti Imam Syafii, Imam Bukhari, Imam Muslim dan lainnya sangat menjunjung tinggi budaya literasi sehingga ilmu pengetahuan sangat penting bagi mereka.

“Pada jaman nabi ketika ayat turun ditulis Zaid bin Tsabit, sahabat lain juga menulis di pelepah kurma dan lain-lain,ini menandakan bahwa budaya literasi ulama terdahulu sangat tinggi” ungkap Gus In’am.

Ketua Panitia Hanif Burhan mengatakan bahwa di era milenial ini banyak ditemukan teknologi yang memungkinkan untuk kita agar bisa berkomunikasi tanpa harus bertatapan langsung.

Tidak bisa dipungkiri bahwa keadaan pandemi ini juga merupakan salah satu penyebab perubahan yang ada sehingga semakin banyak pemuda terutama mahasiswa yang malas untuk mengikuti kegiatan keagamaan seperti wirid, maulidan, dll.

Baca Juga: Teknologi KJAB temuan Prof Sapto Purnomo Dikembangkan Luas, Dukung Pembudidayaan Perikanan Berkelanjutan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

STIE AMA Salatiga Dijadikan Kampus Berbasis Wirausaha

Senin, 5 Desember 2022 | 22:41 WIB

Manfaatkan Kemasan Produk, Dosen FE USM Bekali UMKM

Sabtu, 3 Desember 2022 | 11:42 WIB

Floria Juara 1 dalam Expo Hari Pangan di USM

Rabu, 30 November 2022 | 15:13 WIB
X