Imam B. Prasodjo: Wartawan Pendidikan Harus Orang Cerdas

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 15:19 WIB
Sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo (kiri). (suaramerdeka.com/dok)
Sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo (kiri). (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Imam B. Prasajo menegaskan, tidak ada pemberitaan yang lepas dari pendidikan atau edukasi. Politik, olahraga, ekonomi atau pemberitaan apapun.

"Hampir semua lini memiliki dimensi pendidikan," kata Imam, saat Webinar Fellowship Jurnalisme Pendidikan yang diselenggarakan Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan, Rabu, 27 Oktober 2021.

Di bidang politik kita bisa mengambil angel pendidikan. Di olahraga, bagaimana kita membangun sportivitas, membangun ketangguhan.

Baca Juga: Aksi Demo di Peringatan Sumpah Pemuda, Massa: Cabut UU Omnibus Law atau Jokowi Mundur

Menurutnya, kita saja yang sudah terlanjur terjebak dalam segmentasi bidang. Jadi menganggap bahwa pemberitaan politik, olahraga maupun ekonomi bukan berbicara tentang pendidikan.

"Semuanya itu pendidikan, karena basis utamanya adalah value," tegas Imam.

Pria kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah ini mencontohkan, angel pendidikan dari bidang pengabdian masyarakat.

Seorang penggerak masyarakat yang hanya tamatan SMA, mengajari ibu-ibu untuk menggalang kerajinan dari eceng gondok. Ia memperoleh 1.5 juta order kerajian dari IKEA.

Baca Juga: Bulan Bahasa Dipandang Mampu Pererat Nasionalisme Bangsa

"Ia keliling ke kampung-kampung menghimpun warga dan mengajari mereka memberdayakan" ungkapnya.

Meski pendidikan terbatas, tapi ia mampu menggerakan masyarakat dan mengembangkan kerajinan dari eceng gondok.

"Saya malu kalau melihat orang-orang seperti itu, dibanding peran yang saya lakukan selama ini," aku Imam.

Ia juga mengisahkan, seorang guru ngaji di Sukabumi yang sangat sederhana. Namanya Pak Asep. Ia sukses budidaya ikan Koi dan eksport.

Baca Juga: Tantangan Jurnalis di Era Digital, Imam B. Prasojo: Jurnalis Harus Ciptakan Realitas Baru

Ia juga mengajari anak-anak dan masyarakat untuk ikut budidaya ikan Koi.

"Ia berjuang dan mengajari masyarakat dan kelompok-kelompok yang akhirnya bisa menghidupi keluarganya. Ini juga angel pendidikan meski dari bidang ekonomi," terangnya.

Imam mengibaratkan pemberitaan sebagai semua makanan yang bisa berbeda-beda, namun minumannya adalah pendidikan.

"Untuk jadi wartawan pendidikan harus orang cerdas, kalau nggak ya reporter biasa, bukan wartawan yang sesungguhnya," tegas dia.

Wartawan adalah orang yang kreatif sedemikian rupa dibatasi oleh kata-kata dan ruang tetapi harus mampu mempresentasikan event atau peristiwa menjadi inspiring.

Halaman:
1
2

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Juknis ASN P3K, Kemendikbud Bajak Guru Swasta

Minggu, 9 Januari 2022 | 20:48 WIB

Pramuka Harus Mampu Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Selasa, 28 Desember 2021 | 22:25 WIB

Implementasi Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi

Sabtu, 25 Desember 2021 | 22:09 WIB

Wujudkan Merdeka Belajar, Guru Perlu Ubah Pola Pikir

Senin, 20 Desember 2021 | 17:49 WIB
X