Imam B. Prasodjo: Wartawan Pendidikan Harus Orang Cerdas

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 15:19 WIB
Sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo (kiri). (suaramerdeka.com/dok)
Sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo (kiri). (suaramerdeka.com/dok)

Meski pendidikan terbatas, tapi ia mampu menggerakan masyarakat dan mengembangkan kerajinan dari eceng gondok.

"Saya malu kalau melihat orang-orang seperti itu, dibanding peran yang saya lakukan selama ini," aku Imam.

Ia juga mengisahkan, seorang guru ngaji di Sukabumi yang sangat sederhana. Namanya Pak Asep. Ia sukses budidaya ikan Koi dan eksport.

Baca Juga: Tantangan Jurnalis di Era Digital, Imam B. Prasojo: Jurnalis Harus Ciptakan Realitas Baru

Ia juga mengajari anak-anak dan masyarakat untuk ikut budidaya ikan Koi.

"Ia berjuang dan mengajari masyarakat dan kelompok-kelompok yang akhirnya bisa menghidupi keluarganya. Ini juga angel pendidikan meski dari bidang ekonomi," terangnya.

Imam mengibaratkan pemberitaan sebagai semua makanan yang bisa berbeda-beda, namun minumannya adalah pendidikan.

"Untuk jadi wartawan pendidikan harus orang cerdas, kalau nggak ya reporter biasa, bukan wartawan yang sesungguhnya," tegas dia.

Wartawan adalah orang yang kreatif sedemikian rupa dibatasi oleh kata-kata dan ruang tetapi harus mampu mempresentasikan event atau peristiwa menjadi inspiring.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Juknis ASN P3K, Kemendikbud Bajak Guru Swasta

Minggu, 9 Januari 2022 | 20:48 WIB

Pramuka Harus Mampu Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Selasa, 28 Desember 2021 | 22:25 WIB

Implementasi Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi

Sabtu, 25 Desember 2021 | 22:09 WIB

Wujudkan Merdeka Belajar, Guru Perlu Ubah Pola Pikir

Senin, 20 Desember 2021 | 17:49 WIB
X