Tantangan Jurnalis di Era Digital, Imam B. Prasodjo: Jurnalis Harus Ciptakan Realitas Baru

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 13:39 WIB
Sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasojo. (suaramerdeka.com/dok)
Sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasojo. (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Peran jurnalis seharusnya tidak semata-mata melaporkan secara akurat objek berita kemudian disebarluaskan.

Jurnalis tidak sekedar mengamati, merekam, memfoto kemudian melaporkan kejadian atau peristiwa yang ada di luar. Namun ia juga menjadi produsen atau kreator realitas sosial.

Hal itu disampaikan Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Imam B. Prasodjo saat Webinar Fellowship Jurnalisme Pendidikan yang diselenggarakan oleh Gerakan Wartawan Peduli Lingkungan (GWPP), Rabu, 27 Oktober 2021.

Baca Juga: Real Madrid Ditahan Osasuna, Carlo Ancelotti Soroti Lambatnya Sirkulasi Bola

Imam menjelaskan bahwa jurnalis itu sebagai kreator realitas sosial, karena kejadian apapun di luar dunianya, dikonstruksikan kembali oleh fikiran dan penanya menjadi sebuah realitas baru.

"Kini, dengan alat komunikasi modern serta hak siar yang dipegangnya, hasil kreasinya itu disebarkan secara luas dan memiliki potensi dampak massive (baik positif maupun negatif) terhadap perilaku masyarakat," ungkap dia.

Menurutnya, realitas sosial yang dibangun jurnalis bisa menjadi "unit budaya" atau sebaliknya menjadi "sampah budaya", yang ikut menentukan perubahan masyarakat.

Baca Juga: LLDikti: Ijazah Wisudawan Polbitrada Tercatat di Penomoran Nasional

"Dulu seorang jurnalis tidak memiliki pesaing. Sekarang dengan adanya sosial media, semua orang bisa menjadi jurnalis," terangnya.

Disinilah, lanjut Imam, yang sekarang terjadi chaos, karena banyak berita-berita yang beredar tidak dibarengi dengan profesionalisme dan tanggungjawab sebagaimana konvensionalisme jurnalis.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X