Penerapan Dana Bos Punya Nilai Strategis Dukung PTM Terbatas di Era Normal Baru

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 10:48 WIB
Sesditjen Pendidikan PAUD Dasar dan Menengah,Sutanto, menyerahkan cendera mata untuk Kadinas Pendidikan Semarang, Gunawan Saptogiri di Hotel MG Setos. (suaramerdeka.com / Hari Santoso)
Sesditjen Pendidikan PAUD Dasar dan Menengah,Sutanto, menyerahkan cendera mata untuk Kadinas Pendidikan Semarang, Gunawan Saptogiri di Hotel MG Setos. (suaramerdeka.com / Hari Santoso)

Secara keseluruhan dana BOS tiap tahun mencapai Rp 52,5 triliun, yang sebenarnya masih harus ditambah karena sebatas 10 persen dari jumlah anggaran pendidikan nasional yang mencapai Rp 520 triliun.

Undang-undang mengamanahkan pengolakasian 20 persen Dana APBN untuk dunia pendidikan di Tanah Air.

Diinginkan dana BOS juga menjangkau siswa-siswi yang rentan dampak penyebaran pandemi.

Misal murid-murid yang orangtuanya bekerja sebagai buruh pabrik dan akhir-akhir ini terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca Juga: Festival Sindoro Sumbing: Padukan Wayang Kulit Gagrak Temanggungan dan Wanasaban

Sutanto mengatakan dana BOS disalurkan sepenuhnya membantu biaya operasional sekolah termasuk di era pandemi.

Khusus Kota Semarang disalurkan anggaran mencapai Rp 300 miliar untuk 847 sekolah dengan penerima 266.500 siswa.

Penyaluran BOS diikuti kenaikan anggaran menyesuaikan dengan angka dan tingkat kemahalan biaya hidup di masing -masing daerah.

Contoh yang paling mudah adalah di Kabupaten Intan Jaya Papua, di mana sebelumnya setiap siswa SD hanya menerima Rp 900 ribu per tahun.

Namun karena pertimbangan tingkat kemahalan biaya hidup dana BOS dinaikkan mencapai 117 persen, sehingga siswa sekarang mendapatkan anggaran Rp 1,9 juta per orang setiap tahun.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jurnal Akta Unissula Peroleh Akreditasi Sinta 2

Rabu, 26 Januari 2022 | 08:48 WIB
X