Akademisi Menilai Sistem MBKM sebagai Pendidikan Karakter

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 15:01 WIB
Paulus Kuswandono PhD saat menyampaikan paparan pada workshop peninjauan kurikulum untuk menyiapkan Kurikulum MBKM yang digelar program studi PBI Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni UPGRIS. (suaramerdeka.com/dok)
Paulus Kuswandono PhD saat menyampaikan paparan pada workshop peninjauan kurikulum untuk menyiapkan Kurikulum MBKM yang digelar program studi PBI Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni UPGRIS. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Akademisi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Paulus Kuswandono PhD menilai sistem atau kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang berbasis OBE (Outcome-Based Education) dan MBKM, sebagai pendidikan karakter.

Paulus menyampaikan hal tersebut saat memberikan paparan pada workshop peninjauan kurikulum untuk menyiapkan Kurikulum MBKM.

Kegiatan ini digelar program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) di Gedung Kampus IV perguruan tinggi tersebut, baru-baru ini.

Baca Juga: Kumpulan Poster Sumpah Pemuda Unik dan Menarik, Yuk Pilih dan Unduh Disini

Menurutnya, hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan, pelaksanaan, evaluasi kurikulum berdasarkan SN-Dikti dinyatakan bahwasanya SKL/CPL merupakan acuan atau landasan utamanya.

"Dengan demikian Kurikulum Pendidikan Tinggi yang telah dikembangkan berdasarkan SN-Dikti, sesungguhnya telah menggunakan pendekatan OBE. Hal ini sangat mendukung kurikulum," ujarnya.

Selain Paulus, ada tiga puluh lima pakar serta peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga: Dinkop UMKM Jateng Akan Dampingi dan Perkuat Literasi Keuangan Pelaku Usaha

Termasuk diantaranya Dekan FPBS Dr Asropah dan Dr Jafar Sodiq selaku ketua program studi PBI UPGRIS.

Jafar Sodiq menyampaikan, workshop ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan tentang kurikulum MBKM yang sudah ada.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X