Teknologi Rekayasa Javaku Unimus, Bantu Petani Demak Kembangkan Usaha Produktif

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 07:00 WIB
Mahasiswa FMIPA Unimus membantu peningkatan taraf hidup petani Bumirejo Karangawen melalui rekayasa teknologi greenhouse. (suaramerdeka.com / Hari Santoso)
Mahasiswa FMIPA Unimus membantu peningkatan taraf hidup petani Bumirejo Karangawen melalui rekayasa teknologi greenhouse. (suaramerdeka.com / Hari Santoso)

DEMAK, suaramerdeka.com - Mahasiswa Fakultas Matematika IPA (FMIPA) Unimus merekayasa teknologi greenhouse untuk membantu petani di Demak mengembangkan usaha produktif di area lahan terbatas.

Teknologi Unimus ini dipakai untuk menangkarkan tanaman jahe merah, vanili dan kunyit hitam (Javaku) yang bermuara menambah pendapatan warga.

“Selain ramah lingkungan, teknologi dipilih karena biayanya terjangkau. Sebagai proyek percontohan adalah kawasan Desa Bumirejo Kecamatan Karangawen Demak,” terang mahasiswa Pendidikan Matematika FMIPA Unimus, Ramadhan Farid Oka.

Dia sekaligus Ketua Tim Peneliti dan Pengabdian Masyarakat BEM FMIPA, yang tergabung dalam program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2021.

Baca Juga: Menanamkan Semangat Sumpah Pemuda dalam Kegiatan Napak Tilas Kebangsaan 2021, Diikuti 93 Peserta Pilihan

Aktivitas akademi semacam ini didukung Kemendikbudristek termasuk pemberian dana hibah Rp 37 Juta.

Riset maupun rekayasa teknologi tersebut juga didukung dosen pembimbing Martyana Prihaswati. SSi Mpd.

Selebihnya terdapat 15 orang mahasiswa lintas jurusan, termasuk Ramadhan Farid mengerjakannya dengan menempuh perjalanan 40 kilometer pulang pergi Semarang Demak selama proyek dijalankan.

Anggota Tim Ikwan Prastyo mengemukakan jahe, vanili, kunyit dikenal sebagai tanaman herbal memiliki nilai jual tinggi, dan hanya dapat tumbuh di daerah pegunungan atau dataran tinggi.

Baca Juga: Realisasi Pemulihan Ekonomi Nasional, Pemerintah Optimalkan Anggaran untuk Salurkan Bantuan ke Masyarakat

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X