Vaksinasi Pelajar SMP Dosis 2 Hampir Terpenuhi, Disdik Berharap Jam Pelajaran Bertambah

- Senin, 25 Oktober 2021 | 18:00 WIB
 Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri. (suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri. (suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)

 

SEMARANG, suaramerdeka.com -  Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kota Semarang untuk SD dan SMP telah berlangsung beberapa waktu belakangan.

Seiring dengan meningkatnya status pandemi di Kota Lunpia menjadi level I, Dinas Pendidikan Kota Semarang berharap waktu untuk PTM di sekolah juga turut bertambah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, mengharapkan kenaikan status pandemi tersebut hendaknya dibarengi dengan kelonggaran bagi pelaksanaan PTM di Kota Semarang.

Baca Juga: Gempa Swarm Ambarawa Menurun, BMKG Minta Masyarakat Tetap Waspada: Ini Kambuhan

Hingga saat ini, PTM terbatas masih berjalan dua kali dalam sepekan, dengan satu harinya terdiri atas empat jam pelajaran.

''Kami masih menunggu adanya kemungkinan perubahan regulasi terkait PTM di sekolah. Baik berkenaan dengan penambahan jam pelajaran, maupun jumlah hari masuk sekolahnya,'' papar dia.

Pemberlakuan PTM, ungkap Gunawan, telah berlaku di hampir semua SD dan SMP di Kota Semarang. Hanya saja, memang ada beberapa sekolah swasta yang masih belum bersedia menerapkan PTM.

''Kalau untuk SD dan SMP negeri di Kota Semarang, semuanya telah menerapkan PTM terbatas,'' ujar Gunawan.

Baca Juga: Juara MPL ID Season 8, Onic Samai Rekor Evos Legends

Sampai sekarang, lanjut dia, vaksinasi pelajar SMP dosis 2 hampir tercapai secara keseluruhan. Hanya menyisakan kurang dari 1 persen. Diakuinya, memang ada beberapa murid yang belum tervaksin.

Di antara penyebabnya adalah pada saat penjadwalan vaksinasi ternyata murid tersebut tidak dalam kondisi sehat, ataupun masih berusia di bawah 12 tahun.

Bagi murid SMP yang belum divaksin karena belum memenuhi batasan syarat usia, dirinya menganjurkan agar saat telah menginjak 12 tahun untuk segera menjalani vaksinasi.

''Ada sejumlah kondisi yang memang ternyata tidak memungkinkan murid menjalani vaksinasi. Namun jumlahnya hanya sedikit saja.

Sementara bagi siswa SD, kami telah melakukan simulasi pelaksanaan PTM. Walau belum boleh divaksin, mereka bisa mengikuti PTM dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,'' terang Gunawan.

Halaman:
1
2

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PTM SMP 100 Persen, Disdik Imbau Tetap Prokes Ketat

Senin, 10 Januari 2022 | 19:09 WIB

SDN Cebongan 01 Juara Lomba Administrasi Gudep Pramuka

Senin, 27 Desember 2021 | 07:15 WIB
X