Undang Pakar, Ajang Ismatel Dongkrak Kemampuan Literasi Matematika Siswa Indonesia

- Senin, 25 Oktober 2021 | 13:05 WIB
Ilustrasi Contoh Soal Ujian Matematika (Pixabay/Chuk Yong)
Ilustrasi Contoh Soal Ujian Matematika (Pixabay/Chuk Yong)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Kemampuan literasi matematika siswa Indonesia masih memprihatinkan.

Indikator Programme for International Student Assesment (PISA) menyebutkan, pada tahun 2018, kemampuan literasi matematika siswa Indonesia berada di urutan tujuh dari bawah dari 73 negara.

Tidak jauh berbeda dengan parameter The Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) yang menempatkan kemampuan literasi matematika Indonesia pada rangking 44 dari 49 negara.

Sebagai upaya solusi atas permasalahan tersebut, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Matematika akan mengundang para pakar untuk berbagi ilmu dalam ajang 2-nd International Seminar on Mathematics Teaching and Learning (Ismatel).

Baca Juga: Yoyok Sukawi Tanggapi Masalah Doping, Dorong Pemerintah Bangun Laboratorium

Seminar internasional ini diadakan tanggal 26-28 Oktober 2021 di Grand Rohan Jogja dengan peserta kalangan guru, dosen, widyaiswara, dan praktisi pendidikan.

"Harapan kami, Ismatel bisa menjadi sarana strategis untuk meningkatkan kompetensi pendidik, dan pemerhati pendidikan terkait pentingnya literasi matematika yang perlu dimiliki oleh siswa," kata Plt Kepala P4TK Matematika Hari Suryanto, Senin, 25 Oktober 2021.

Peserta seminar ini bukan hanya berasal dari Indonesia, karena 53 orang dari Filipina, Kamboja, Malaysia, dan Brunei juga turut berpartisipasi secara daring bersama 497 peserta lain dari dalam negeri.

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan secara luring sebanyak 136 orang.

Baca Juga: Gempa Swarm Sering Terjadi di Indonesia, 7 Daerah Ini Pernah Mengalaminya

Dijelaskan Hari, hasil kajian yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) melalui PISA dan TIMSS memberikan pengaruh besar terhadap kebijakan pendidikan matematika di berbagai negara. Fokusnya pada peningkatan kemampuan literasi siswa.

"Literasi matematika ini penting karena tidak hanya membantu siswa memecahkan masalah sehari-hari secara lebih efektif, tapi juga mendukung literasi lainnya seperti keuangan dan teknologi," paparnya.

Koordinator Pokja Peningkatan Kompetensi P4TK Matematika, Puji Iryanti menambahkan, relatif stagnannya posisi Indonesia dalam PISA dan TIMSS menjadikan refleksi tentang cara penyampaian mengajar oleh guru.

Mengatasi persoalan ini, pihaknya telah melakukan upaya membuat desain pola pembelajaran dengan acuan high order thinking skill (HOTS).

"Literasi matematika adalah kemampuan anak menggunakan ilmu matematika dalam menyelesaikan masalah sehari-hari. Karena itu, kami terus dorong agar guru mampu mengajar dengan basis HOTS," pungkasnya.***

Halaman:
1
2

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mari Belajar Huruf Vokal Mandarin Lebih Dalam

Minggu, 16 Januari 2022 | 07:20 WIB

Ika FISIP Undip Targetkan 40 Beasiswa

Selasa, 11 Januari 2022 | 20:40 WIB
X