Lulusan Unimus Diberi Sentuhan Terakhir, Tak Boleh Kesampingkan Nilai Luhur Ajaran Agama

- Senin, 25 Oktober 2021 | 11:36 WIB
Kepala LSIK dan MKU Rochdi Wasono menyampaikan sambutan dalam kelas pembekalan untuk lulusan atau program BAPS di aula Lantai 7 Gedung Fakultas Kedokteran Unimus. (suaramerdeka.com / Hari Santoso)
Kepala LSIK dan MKU Rochdi Wasono menyampaikan sambutan dalam kelas pembekalan untuk lulusan atau program BAPS di aula Lantai 7 Gedung Fakultas Kedokteran Unimus. (suaramerdeka.com / Hari Santoso)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menyelenggarakan kegiatan pembekalan untuk calon wisudawan atau yang lebih dikenal sebagai program baitul arqam purna studi (BAPS) di aula Lantai 7 Gedung Fakultas Kedokteran Unimus, Minggu 24 Oktober 2021.

Sebanyak 878 lulusan Unimus hadir dalam forum yang juga mengundang Rektor Prof Dr Masrukhi, para wakil rektor, pimpinan lembaga dan fakultas.

Kepala Lembaga Studi Islam Kemuhammadiyahan dan Mata Kuliah Umum (LSIK MKU) Unimus Dr Rochdi Wasono menyampaikan kegiatan akademi tersebut wajib diikuti calon wisudawan sebelum lulus dari bangku kuliah.

BAPS tercantum dalam agenda kurikulum dengan struktur pengajaran yang sudah didesain untuk melihat kembali pengetahuan Agama Islam dan Kemuhammadiyahan selama perkuliahan.

Baca Juga: Aksi Arogan Penagih Pinjol Ilegal, Ancam Sebar Konten Pornografi Memuat Foto Nasabah

“Prinsipnya lulusan kampus Unimus tak boleh mengesampingkan nilai-nilai luhur ajaran agama. Selain itu mereka merupakan kader Muhammadiyah yang kontribusinya untuk kemajuan bangsa dan negara sangat ditunggu. Melalui BAPS untuk wisudawan periode ke-35, diberikan sentuhan terakhir atau finishing touch sebelum meninggalkan kampus,” tutur Rochdi dalam acara yang berlangsung secara virtual ini.

Melalui model semacam itu calon wisudawan semakin diperteguh sikapnya.

Mereka tidak hanya lulus sebagai alumnus kampus ternama melainkan memiliki tanggung jawab besar terhadap bangsa, negara dan agama saat terjun menekuni profesi di tengah masyarakat.

Alhasil ketika nantinya berkiprah luas wisudawan Unimus dengan sepenuh hati menjunjung tinggi norma, etika, moral, ketaqwaan dan perilaku mulia.

Baca Juga: Sejarah Museum Sumpah Pemuda: Berawal dari Rumah Tinggal, Punya Beberapa Koleksi

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X