PTM Terbatas, Tantangan Baru bagi Guru dan Siswa

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 22:48 WIB
MI NU 20 Pucakwangi, Kec. Pageruyung, Kab. Kendal. (Foto: Istimewa)
MI NU 20 Pucakwangi, Kec. Pageruyung, Kab. Kendal. (Foto: Istimewa)

suaramerdeka.com - Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Pembelajaran Tatap Muka atau PTM Terbatas di wilayah PPKM dengan level 1-3.

Kebijakan PTM terbatas ini menyusul angka kasus Covid-19 yang menunjukkan penurunan di berbagai daerah.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengatakan bahwa PTM terbatas tidak sama seperti sekolah tatap muka biasa sebelum pandemi Covid-19 terjadi.

PTM terbatas diatur berdasarkan berdasarkan Surat Keputusan Bersama empat Menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 03/KB/2021, Menteri Agama Nomor 384 Tahun 2021, Menteri Kesehatan Nomor HK 01.08/Menkes/4242/2021, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 440-717 Tahun 2021.

Dalam Keputusan tersebut ditegaskan bahwa satuan pendidikan menyediakan pilihan layanan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan seizin orangtua/wali murid, serta pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Peluang pelajaran tatap muka ini memang bak menjadi oase segar bagi para siswa, yang memang sudah lama 'merindukan' hal tersebut. Bukan apa-apa, Pembelajaran jarak jauh alias PJJ, memang masih menyimpan banyak kendala.

Sejumlah sekolah Madrasah Ibtidaiyah pun mulai melaksanakan PTM terbatas. Seperti MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang. Madrasah Ibtidaiyah ini mulai menggelar simulasi PTM terbatas sejak tanggal 6 September 2021.

PTM terbatas di MI Akhlaqiyah dimulai dari kelas atas yaitu 5-6 kemudian minggu berikutnya disusul oleh kelas bawahnya yaitu kelas 3-4 dan kelas 1-2.

Kepala Sekolah MI Akhlaqiyah Moh. Miftahul Arief, SPdI mengatakan, PTM terbatas di MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang berlangsung selama dua jam yaitu mulai dari 07.30 – 09.30 WIB kloter I sedangkan kloter II mulai dari 08.00 – 10.00 WIB.

"Di dalam kelas siswa harus menjaga jarak antar teman dan guru. Masing-masing meja hanya diisi satu siswa saja dan dalam satu ruang hanya 15 siswa," terang Arif belum lama ini.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekolah Nasima Jalin Kerja Sama dengan Cambridge

Minggu, 21 November 2021 | 21:38 WIB
X