Pengurus Aptikom Jateng Resmi Dilantik, Perlu Reorientasi Belajar Mengajar di Era Digital

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 15:09 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer (Aptikom) Provinsi Jawa Tengah, Zaenal Abidin, Ph.D. (suaramerdeka.com/dok)
Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer (Aptikom) Provinsi Jawa Tengah, Zaenal Abidin, Ph.D. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kalangan dosen termasuk juga di bidang informatika dan komputer harus melakukan reorientasi belajar mengajar di era digital untuk menghadapi tantangan industri 4.0.

Persiapan ini diperlukan untuk menyiapkan banyak talenta digital yang beradaptasi dengan teknologi digital dan memahami tentang keberadaan dan fungsi teknologi di era yang berkembang pesat.

Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer (Aptikom) Provinsi Jawa Tengah, Zaenal Abidin PhD menyampaikan, perkembangan teknologi 4.0 akan terus menimbulkan disruptive-innovative yang membutuhkan integrasi dalam tridarma perguruan tinggi.

Baca Juga: Hari Kedua Sarasehan Literasi, Siswa dan Guru SMP Negeri 1 Dawe Diajak Menulis Puisi dan Cerpen

"Kampus menjadi garda terdepan menghasilkan SDM unggul yang kompetitif, bertalenta digital. Dosen adalah penggerak dan penentu berhasil atau tidaknya transformasi digital yang berdaya guna," ungkapnya.

Ketua Aptikom Jawa Tengah periode 2021-2025 yang baru saja dilantik itu menyampaikan bahwa Aptikom Jateng memiliki andil dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi informatika dan komputer dengan mendorong tumbuhnya dosen penggerak.

Pelantikan pengurus Aptikom Jawa Tengah Periode 2021-2025 juga diisi webinar bertajuk Transformasi Pendidikan Tinggi: Antisipasi Lost Generation di Era Disrupsi.

Baca Juga: Ellya Khadam Melakukan Revolusi Musik Dangdut lewat 'Boneka dari India'

Dalam sesi pelantikan ini, salah satu Dewan Penasehat Aptikom Jawa Tengah, Prof Edi Noersasongko mengajak para pengurus baru untuk membuat terobosan-terobosan dalam rangka menghadapi perubahan yang dramatis di era disrupsi.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyampaikan, negara harus memiliki bargaining yang kuat di mata dunia dalam hal teknologi. Negara saat ini bergantung pada penguasaan data.

"Tentunya akademisi harus lebih fokus pada esensi yang dapat memberikan dampak pada pemahaman mahasiswa dengan memberikan stimulan, agar mahasiswa bisa berkembang," jelasnya.

Baca Juga: Bingung Membedakan Pinjol Legal dan Ilegal? Ikuti Tiga Cara Berikut Ini

Dewan Penasehat Aptikom Jawa Tengah Prof Ridwan Sanjaya meminta Aptikom bisa berkontribusi sesuai dengan bidangnya.

"Akibat pandemi ini banyak lost generation dan learning loss yang banyak dihadapi para mahasiswa. Ini mengubah paradigma pembelajaran yang semula berlangsung tatap muka, lalu beralih ke pembelajaran daring, dan kini berubah menjadi hybrid," ujarnya.

Kontribusi ini diperlukan supaya bisa memberi solusi menghadapi kondisi baru termasuk juga implementasi teknologi untuk mendukung pembelajaran di era disrupsi seperti saat ini.

Halaman:
1
2

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Juknis ASN P3K, Kemendikbud Bajak Guru Swasta

Minggu, 9 Januari 2022 | 20:48 WIB

Pramuka Harus Mampu Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Selasa, 28 Desember 2021 | 22:25 WIB

Implementasi Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi

Sabtu, 25 Desember 2021 | 22:09 WIB

Wujudkan Merdeka Belajar, Guru Perlu Ubah Pola Pikir

Senin, 20 Desember 2021 | 17:49 WIB
X